Pemkot Cirebon mulai melaksanakan program penataan Sungai Sukalila
Pemerintah Kota Cirebon luncurkan program penataan Sungai Sukalila, mencakup normalisasi aliran, taman serta jalur pedestrian, dan pengaturan lalu lintas dengan kolaborasi BBWS dan sektor swasta.

Penataan Sukalila: Revitalisasi Sungai & Ruang Publik Kota Cirebon
Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat resmi meluncurkan program penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila, langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan menarik. Program ini menjadi salah satu upaya perkotaan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta menjadikan sungai sebagai ikon baru bagi Kota Cirebon.
Tahap Awal: Normalisasi Aliran Sungai
Menurut Wali Kota Cirebon Effendi Edo, tahap pertama penataan akan dimulai pada hari Senin, 26 Januari 2025, dengan kegiatan pengerukan aliran sungai dari kawasan muara hingga wilayah Sukalila.
"Hari Senin (26/1) pekan depan, tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila mulai dilakukan," ujar Edo saat diwawancarai di lokasi, Jumat kemarin.
Normalisasi aliran sungai dianggap sebagai langkah penting sebelum memasuki tahap penataan lanjutan yang fokus pada aspek estetika dan kenyamanan publik. Kegiatan pengerukan ini bertujuan untuk membersihkan endapan yang menumpuk di dasar sungai, sehingga dapat mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air yang optimal dan mencegah terjadinya banjir saat musim hujan tiba.
Rencana Penataan Lanjutan Setelah Normalisasi
Setelah tahap normalisasi selesai, pemerintah akan melanjutkan penataan kawasan dengan menghadirkan fasilitas umum yang mendukung aktivitas masyarakat, seperti taman hijau, jalur pedestrian, dan fasilitas pendukung lainnya. Edo menegaskan bahwa penataan ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan ruang publik yang dapat dinikmati oleh warga kota.
"Dengan penataan ini, kami berharap Sungai Sukalila dapat menjadi ikon baru Kota Cirebon yang dapat meningkatkan daya tarik wisata lokal serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat," jelas Edo.
Selain menjadi ikon kota, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan nilai properti di sekitar kawasan sungai, serta menjadi contoh revitalisasi sungai di wilayah Jawa Barat.
Pengaturan Lalu Lintas di Sekitar Kawasan Sungai Sukalila
Selain penataan fisik kawasan sungai, pemerintah kota juga sedang mengkaji rekayasa lalu lintas di sekitar Sungai Sukalila untuk mengurai kepadatan kendaraan yang sering terjadi. Edo menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas akan difokuskan pada kawasan Asia Toserba, yang merupakan salah satu titik padat lalu lintas di Kota Cirebon.
"Arus lalu lintas akan kami atur agar tidak lagi terjadi penumpukan, terutama di sekitar kawasan Asia Toserba," ujarnya.
Langkah pengaturan lalu lintas ini diambil untuk memastikan bahwa penataan kawasan tidak menimbulkan masalah baru terkait kemacetan lalu lintas di wilayah sekitar, sehingga masyarakat dapat menikmati ruang publik baru tanpa gangguan.
Kolaborasi dengan Pihak Ketiga
Dalam pelaksanaan program penataan ini, pemerintah kota menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung untuk mendapatkan dukungan teknis dan pengawasan dalam kegiatan normalisasi sungai. Selain itu, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Namun, Edo menegaskan bahwa kontribusi pihak swasta tidak diberikan dalam bentuk uang tunai. Sebagai gantinya, perusahaan swasta dapat berkontribusi dengan membangun fasilitas fisik sesuai desain yang sudah disepakati bersama, seperti taman hijau, jembatan penyeberangan, atau fasilitas pendukung lainnya.
"Jika ada perusahaan yang ingin berkontribusi, silakan membangun fisik sesuai desain yang sudah disepakati, seperti taman atau jembatan penyeberangan," tegas Edo.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program penataan serta meningkatkan kualitas fasilitas yang akan dibangun, karena sektor swasta dapat membawa sumber daya dan inovasi tambahan.
Program penataan Sungai Sukalila ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota Cirebon untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan menciptakan ruang publik yang lebih baik bagi warga. Dengan kombinasi penataan fisik, pengaturan lalu lintas, dan kolaborasi dengan pihak ketiga, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas dan menjadi model yang dapat diadopsi oleh kota lain di wilayah Jawa Barat.