Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkot Bandung Tinjau Autothermix sebagai Solusi Pengelolaan Sampah

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Pemkot Bandung meninjau teknologi autothermix alternatif pengolahan sampah, menghadapi krisis penumpukan sampah di TPS akibat TPA Sarimukti yang penuh.

Pemkot Bandung Tinjau Autothermix sebagai Solusi Pengelolaan Sampah

Bandung tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang memburuk, dengan sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) penuh dan sampah menumpuk di pinggir jalan akibat kuota pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti di Bandung Barat sudah tercapai. Dalam upaya mencari solusi alternatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini meninjau teknologi autothermix sebagai opsi penanganan sampah yang lebih terkontrol.

Konteks Krisis Sampah di Bandung Saat Ini

Dari pantauan lapangan, sejumlah TPS di Kota Bandung sudah tidak dapat menampung sampah tambahan. Di TPS Regol, gerobak pengangkut sampah tertahan selama beberapa hari, sementara di TPS Turangga, sampah menumpuk hingga ke badan jalan dan menimbulkan bau tidak sedap serta lalat yang mengerubungi. Sebagian pekerja di TPS juga berusaha memilih sampah yang bisa didaur ulang, meskipun sebagian besar sampah tercampur dan sulit untuk diolah.

"Saya kan kerjanya hanya ambil sampah dari warga disimpan ke sini sesuai arahan dari RW. Kalau belum diambil saya juga bingung karena biasanya sih seminggu dua kali dibawa," ujar Kokom, pekerja di TPS Turangga.

Meskipun di sekitar TPS Turangga ada fasilitas pengolahan sampah organik, proses ini dianggap kurang maksimal dalam menangani volume sampah yang menumpuk.

Tinjauan Teknologi Autothermix oleh Tim Pemkot

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa kunjungan tim Pemkot ke prototipe teknologi autothermix milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering bertujuan untuk melihat langsung proses kerja dan potensi pengembangan teknologi tersebut. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, adalah salah satu pejabat yang melakukan tinjauan langsung.

"Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari," ujar Salman.

Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan kajian lebih mendalam terhadap berbagai aspek sebelum pengambilan keputusan lanjut:

"Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda," katanya.

Cara Kerja Teknologi Autothermix

Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana, menjelaskan bahwa teknologi autothermix yang dikembangkan merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen. Pendekatan ini berbeda dengan sistem pembakaran konvensional, karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan kadar oksigen, sehingga mengurangi emisi polutan yang berbahaya.

"Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan," ujar Budi.

Ia menambahkan bahwa perangkat prototipe saat ini sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang, dan timnya sedang melakukan penyempurnaan terhadap teknologi ini. Selain itu, Budi menegaskan bahwa teknologi ini dikembangkan oleh tenaga lokal, sehingga menjadi solusi yang relevan untuk kebutuhan penanganan sampah di Kota Bandung.

"Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan," katanya.

Komitmen Pemkot Bandung dalam Mencari Solusi Berkelanjutan

Pemkot Bandung memastikan bahwa peninjauan teknologi autothermix ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek regulasi, teknis, dan lingkungan. Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung juga menegaskan bahwa setiap opsi solusi akan dievaluasi secara teliti sebelum diimplementasikan, guna memastikan bahwa solusi yang dipilih tidak hanya efektif dalam menangani sampah, tetapi juga aman bagi lingkungan dan masyarakat.