Pemkot Bandung Pastikan 18 Ribu Hewan Kurban Sehat dan Pantau Hingga Tasyrik
Pemkot Bandung memastikan 18.036 ekor hewan kurban Iduladha 1447 Hijriah sehat dan layak potong, dengan pengawasan menyeluruh hingga Hari Tasyrik. Pelaksanaan ibadah berjalan lancar di seluruh wilayah.

Pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Kota Bandung berlangsung khidmat dan merata di seluruh wilayah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ribuan hewan kurban tahun ini dalam kondisi sehat dan layak potong, dengan pengawasan yang menyeluruh sejak menjangkau Hari Raya hingga Hari Tasyrik.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa salat Iduladha tingkat kota dipusatkan di Masjid Al-Ukhuwah, sementara masyarakat di berbagai kelurahan melaksanakan ibadah di masjid dan lapangan setempat.
"Pelaksanaan salat Iduladha di Kota Bandung menyebar di semua kelurahan. Sejauh ini alhamdulillah semuanya lancar, cuaca juga baik," ujar Farhan pada Rabu (27/5/2026).
Meski fokus ibadah pusat berada di Masjid Al-Ukhuwah, suasana Hari Raya Iduladha terasa merata di setiap sudut Bandung karena masyarakat memilih untuk melaksanakan salat di lingkungan masing-masing. Farhan menambahkan bahwa cuaca yang mendukung turut mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah tanpa hambatan berarti.
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban
Pemkot Bandung telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban yang akan disembelih tahun ini. Berdasarkan data resmi, sebanyak 18.036 ekor hewan kurban telah dicek kesehatannya. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen merupakan domba dan kambing, yang merupakan jenis hewan kurban paling umum digunakan oleh masyarakat.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa hewan yang disembelih bebas dari penyakit dan memenuhi syarat syarat islam untuk kurban.
"Total yang kita periksa ada 18.036 ekor. Enam puluh lima persennya itu domba dan kambing," jelas Farhan.
Pengawasan Lanjutan dan Distribusi Daging Kurban
Farhan menegaskan bahwa pengawasan hewan kurban tidak berhenti pada Hari Raya Iduladha saja. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan hingga Hari Tasyrik, untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam proses penyembelihan dan distribusi daging kurban.
Tim yang ditugaskan juga akan menyisir setiap lokasi pemotongan hewan untuk memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan sesuai standar kesehatan yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa daging kurban dapat didistribusikan dengan baik kepada masyarakat penerima manfaat atau mustahik.
"Semua dalam kondisi sehat dan layak, dan sekarang kita sedang menyisir ke setiap pemotongan," tambah Farhan. Ia menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses kurban berjalan sesuai aturan dan daging yang didapatkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat yang membutuhkan.