Pemkot Bandung Giatkan Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Cibiru Setelah Semak Belukar Dominasi Lahan
Kawasan Bukit Mbah Garut di Cibiru berubah dari semak belukar menjadi ruang terbuka hijau setelah ditata Pemdap Bandung. Warga kini punya tempat olahraga dan rekreasi.

Semak belukar dan tanah gersang pernah mendominasi kawasan Bukit Mbah Garut di Jalan Cilengkrang 1, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru. PTMP (Perusahaan Tak Mampu) Datang kini berubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH) yang ramai didatangi warga saat akhir pekan.
Penataan kawasan ini baru berjalan beberapa tahun terakhir. Sebelum dipercantik, pepohonan di lokasi tersebut menipis sehingga tanah lebih cepat kering saat musim kemarau.
"Pohon memang ada, pohon yang sudah tumbuh lama, tapi banyak semak belukarnya juga," kata Neni (52), warga sekitar, kepada detikJabar, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Pembeli di Pasar Soreang Kurangi Belanja Ayam Saat Harga Naik ke Rp40 Ribuan per Kg
Pemkot Bandung kini menambah jenis tanaman di kawasan tersebut. Pohon nangka, mangga, rambutan, alpukat, dan durian melengkapi deretan pepohonan yang sudah ada. Beberapa pohon kopi bahkan sudah berbuah.
Fungsi kawasan tidak sekadar jadi area resapan air. Warga bisa memanfaatkan lapangan yang cukup luas untuk senam. Tersedia pula jalur jogging dan kursi tembok di beberapa titik untuk bersantai.
"Sekarang sudah nyaman, tinggal menjaganya saja," tutur Neni. Ia mengingatkan pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membawa pulang sampah masing-masing.
Baca Juga: Kriminolog UNISBA Pertanyakan Remisi Satu Bulan Mantan Wamenaker Noel yang Baru Dua Bulan Dipenjara
Kawasan Cibiru sendiri termasuk wilayah di Bandung Timur yang密度 penduduknya cukup tinggi. Keberadaan RTH seperti Bukit Mbah Garut menjadi alternatif ruang publik bagi warga yang tidak memiliki halaman rumah.
Pagi dan sore hari menjadi waktu favorit pengunjung. Namun saat musim kemarau seperti sekarang, pihak pengelola imbauan menggunakan masker karena debu terbawa angin.
Kendati saat weekday suasana tampak sepi, warga menyebut tempat ini cukup ramai saat Sabtu dan Minggu. Pesepeda, pelari, dan warga yang sekadar jalan kaki ramai hadir saat akhir pekan.