Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

ART Pembunuh Profesor Asal Cimahi di Sukabumi Ditangkap, Bawa ATM dan Uang Rp200 Juta Lebih

Bandung · Oleh ·

Profesor asal Cimahi Utara berusia 74 tahun ditemukan tewas di rumahnya di Sukabumi. ART-nya yang baru bekerja sejak Mei ditangkap di Makassar dengan membawa ATM dan uang Rp200 juta lebih milik korban.

ART Pembunuh Profesor Asal Cimahi di Sukabumi Ditangkap, Bawa ATM dan Uang Rp200 Juta Lebih

Jasad Ronald Petrus Pallangan ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di tempat tidur rumahnya di Sukabumi pada 25 September 2026. Yang mencurigakan, tubuhnya ditutupi selimut dengan rapi seolah sedang tertidur, tanpa tanda-tanda kekerasan.

Korban seorang profesor berusia 74 tahun itu ternyata tinggal sendirian. Ia memiliki keterbatasan fisik, susah berjalan, dan memerlukan bantuan sehari-hari. Kondisi itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk mendekati dan akhirnya membunuh korbannya.

Pelaku adalah Asisten Rumah Tangga berinisial PAL alias Agus, seorang pria berusia 41 tahun asal Makassar. Ia ditangkap di kota asalnya pada 29 September 2026 tanpa perlawanan.

Baca Juga: Disarpus Bandung Pasang Kode QR Perpustakaan Digital di 100 Titik Ruang Publik

"Jadi pertama pada tanggal 25 hari Jumat kami dapat laporan dari masyarakat dan anak korban bahwa korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sudah membusuk ya. Karena kejadian itu sekitar tanggal 16 September dan ditemukan tanggal 25 September," tutur Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Agus Murtadho, Senin (5/10/2026).

Penyidikan mengungkap motif ekonomi di balik tindakan biadab ini. Pelaku membawa kabur uang korban sekitar Rp200 juta lebih untuk membayar utang di kampung halamannya.

"Uang hasil mengambil dari korban itu digunakan untuk membayar hutang," kata Agus.

Pelaku bukan pekerja tetap yang sudah lama mengabdi. Ia baru dikenal korban pada Mei 2026, empat bulan sebelum pembunuhan terjadi. Keduanya berasal dari daerah yang sama di Toraja, dan kesamaan asal itulah yang membuat korban mempercayakan hidupnya pada pelaku.

Baca Juga: Muhammad Badly Raih Podium Ketiga IM4AC Motegi Usai Bangkit dari DNF di Race 1

Barang bukti yang dibawa pelaku saat ditangkap meliputi ATM, ponsel, dan uang tunai dalam mata uang Rupiah dan Dolar Amerika milik korban.

Ronald sudah meninggal sejak sekitar 16 September, atau hampir sepekan sebelum ditemukan anak dan warga. Jasad dalam kondisi telentang, ditutupi selimut dengan rapi tanpa bekas ikatan tali.

Pelaku kini menghadapi dakwaan pasal pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan mengakibatkan meninggal dunia. Ancaman hukumannya seumur hidup.

Hati-hati Pilih ART untuk Lansia

Kasus ini jadi pengingat buat kamu yang memiliki keluarga tua tinggal sendiri di rumah. Kebutuhan caretaker untuk lansia memang tinggi, tapi verifikasi latar belakang orang yang diasramakan di rumah tetap penting.

Kalau di Bandung dan kawasan sekitar, banyak panggilan kerja sebagai ART atau caretaker lansia. Industri ini memang menyediakan lapangan kerja, tapi risiko penipuan atau kekerasan juga mengintip di baliknya. Kasus profesor ini menunjukkan bahwa kedekatan asal daerah tidak otomatis jadi jaminan keamanan.

Untuk kamu yang sedang mempertimbangkan ART untuk orang tua di rumah, pastikan ada pengawasan rutin. Jangan sampai rasa percaya pada "orang serumah" berakhir tragis seperti kasus ini.