Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Disarpus Bandung Pasang Kode QR Perpustakaan Digital di 100 Titik Ruang Publik

Bandung · Oleh ·

Disarpus Kota Bandung sebar kode QR perpustakaan digital MACA ke 100 lebih titik ruang publik. Tersedia 357 judul buku elektronik mulai cerita anak hingga panduan bertanam.

Disarpus Bandung Pasang Kode QR Perpustakaan Digital di 100 Titik Ruang Publik

Anak-anak di Kota Bandung kini bisa menemukan bacaan tanpa harus datang ke gedung perpustakaan. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan menyebarkan akses literasi digital ke lebih dari 100 titik ruang publik dengan program bernama Membaca Cerdas (MACA).

Program ini berupa kode QR yang ditempelkan di tempat-tempat ramai seperti posyandu, hotel, mal, dan pusat perbelanjaan. Cukup memindai kode tersebut, masyarakat bisa langsung mengakses ratusan judul buku elektronik tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus.

Kenny Dewi, Kepala Disarpus Kota Bandung, mengatakan program ini lahir dari pengamatan terhadap kebiasaan anak-anak masa kini yang lebih nyaman menggeser layar gawai masing-masing dibandingkan membuka buku fisik. "Era digitalisasi ini merupakan sesuatu yang memang tidak bisa kita elakkan," katanya.

Baca Juga: ART Pembunuh Profesor Asal Cimahi di Sukabumi Ditangkap, Bawa ATM dan Uang Rp200 Juta Lebih

Koleksi MACA saat ini mencakup 357 judul buku elektronik dengan total sekitar 1.800 eksemplar. Ragam bacaannya meliputi cerita anak, fiksi, nonfiksi, sejarah, sastra, hingga panduan cara bertanam.

Platform MACA sendiri telah diluncurkan sekitar dua bulan sebelum distribusi dimulai. Penyebaran ke berbagai lokasi baru dimulai Senin kemarin, bertepatan dengan momentum生日 Hari库ауаn Indonesia yang jatuh pada 2 Oktober. Langkah ini melengkapi upaya Pemkot Bandung Kenakan Pajak dan Denda 100 Persen untuk Reklame Ilegal yang Tetap Tayang dalam mengatur berbagai aspek ruang kota.

Kenny berharap masyarakat ikut memperluas jangkauan layanan ini. Setiap orang bisa menyalin kode QR MACA dan pemasangnya di lokasi yang mudah dijangkau, sehingga keberadaan perpustakaan digital bisa semakin masif di Kota Bandung.

Upaya ini menjadi bagian dari adaptasi layanan perpustakaan terhadap kebiasaan generasi digital. Alih-alih memaksa masyarakat datang ke satu tempat, kini bahan bacaan yang sebelumnya terkurung di rak perpustakaan dibawa langsung ke lokasi warga.