Pemkab Tasikmalaya Siapkan Portal Permanen Cegah Truk Overloading di Jawa Barat
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat akan memasang portal permanen untuk mencegah truk overloading yang merusak infrastruktur jalan selatan dan meningkatkan keselamatan masyarakat.

Kondisi Jalan Selatan Tasikmalaya
Ruas jalan selatan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menghadapi ancaman serius akibat truk overloading (ODOL) yang sering melintas. Meskipun pemerintah daerah telah memberikan imbauan berulang kepada pengusaha, praktik pengangkutan barang melebihi tonase yang ditentukan masih marak terjadi. Hal ini menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan yang dibangun dengan anggaran negara.
Langkah Aksi Pemkab Tasikmalaya
Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan memasang portal permanen di titik-titik strategis. Langkah ini dijadikan solusi terakhir untuk menghalau truk overloading. Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa pemasangan portal akan menjadi langkah efektif untuk memutus rantai degradasi infrastruktur secara permanen.
"Kami sudah berulang kali melayangkan imbauan kepada para pengusaha, tapi di lapangan praktik pengangkutan barang melampaui tonase masih terjadi dan akan berdampak kerusakan. Perbaikan jalan yang dibangun di wilayah selatan menggunakan anggaran negara," ujar Bupati Cecep Nurul Yakin, Senin (18/5/2026).
- Baca juga: Susun Perda Galian C, Pemprov Jabar Janji Kembalikan Pajak untuk Desa
Risiko dan Dampak Truk Overloading
Truk overloading bukan hanya masalah kerusakan infrastruktur, tetapi juga risiko keselamatan masyarakat yang tinggi. Menurut Cecep, kendaraan dengan beban melebihi spesifikasi teknis memiliki kemungkinan lebih besar mengalami masalah rem dan kegagalan menanjak, terutama di wilayah selatan yang berbukit dan bergelombang. Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas yang bisa membahayakan nyawa pengguna jalan.
Manfaat Pemasangan Portal Permanen
Pemasangan portal permanen juga akan membantu mengurangi beban anggaran daerah. Tanpa pembatasan fisik, usia pakai jalan akan jauh lebih pendek dari perencanaan semula, yang pada gilirannya membutuhkan biaya perbaikan berulang yang berat bagi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Selain itu, langkah ini juga akan melindungi mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Tasikmalaya.
Rencana dan Pengembangan Masa Depan
Selain pemasangan portal, pemerintah daerah juga akan terus melakukan survei lapangan dan pemantauan infrastruktur untuk memastikan kualitas pembangunan dan memantau beban kendaraan yang melintas. Cecep juga menegaskan bahwa akses jalan selatan menjadi prasyarat mutlak untuk pertumbuhan kawasan sebagai sentra ekonomi baru. Selain itu, pemerintah daerah juga sedang menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pusat pendidikan yang akan diproyeksikan menjadi percontohan kualitas pendidikan, untuk mencetak generasi muda yang kompetitif.