Pemkab Majalengka Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas SD Ambruk dengan BTT
Pemkab Majalengka memprioritaskan perbaikan ruang kelas SD Negeri 3 Mirat yang ambruk dengan dana BTT, setelah menemukan masalah konstruksi pada bangunan baru tahun 2021

Pemkab Majalengka Prioritaskan Perbaikan Ruang Kelas SD Ambruk dengan BTT
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, telah memprioritaskan perbaikan tiga ruang kelas yang ambruk di Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Mirat, Kecamatan Leuwimunding. Penanganan darurat ini menggunakan skema dana belanja tidak terduga (BTT) tanpa menunggu perubahan anggaran tahunan, sesuai instruksi Bupati Majalengka Eman Suherman.
Kronologi Insiden dan Tindakan Cepat
Kejadian ambruknya atap ruang kelas terjadi pada Jumat, 1 Mei, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Majalengka dalam durasi lama. Eman meninjau langsung lokasi insiden pada Sabtu hari yang sama dan memastikan bahwa tidak ada korban akibat insiden ini. Ia langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan perbaikan secepat mungkin, dengan standar kualitas yang baik dan pengawasan yang ketat.
"Saya minta perbaikan dilakukan cepat, dengan standar yang baik dan ada jaminan kualitas. Pengawasan harus lebih ketat," ujar Bupati Eman Suherman dalam keterangan resminya.
Temuan Masalah Konstruksi Bangunan
Selain hujan deras sebagai pemicu utama kerusakan, pemerintah daerah menemukan beberapa persoalan teknis konstruksi yang memperparah dampak insiden. Masalah tersebut meliputi:
- Penggunaan baja ringan dengan ketebalan sekitar 0,75 mm yang tidak sesuai standar kekuatan yang ditetapkan
- Jarak pada bagian kuda-kuda atap yang melebihi 1 meter, padahal jarak ideal maksimal hanya 80 cm untuk menopang beban atap dengan baik.
Eman menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama karena bangunan SD Negeri 3 Mirat tergolong baru, dibangun pada tahun 2021. "Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kualitas pembangunan, terutama untuk fasilitas pendidikan, tidak boleh diabaikan," ujarnya.
Langkah Sementara untuk Kelancaran Pembelajaran
Untuk memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu dalam waktu lama, pemerintah daerah telah menyiapkan ruang sementara bagi siswa dan guru SD Negeri 3 Mirat. Ruang yang digunakan adalah ruang perpustakaan dan mushala sekolah, yang siap digunakan untuk menampung proses KBM.
Eman menargetkan bahwa KBM sudah dapat kembali berjalan pada awal pekan depan, segera setelah perbaikan ruang kelas yang rusak selesai dilakukan.
Analisis dan Evaluasi Selanjutnya
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan kualitas yang ketat selama proses pembangunan fasilitas pendidikan, terutama untuk bangunan yang digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar anak-anak. Meskipun penanganan darurat sudah dilakukan, evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi bangunan sekolah lain di wilayah Majalengka mungkin perlu dilakukan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa setiap komponen konstruksi bangunan harus memenuhi standar yang ditetapkan, terutama untuk fasilitas yang digunakan untuk menunjang pendidikan generasi muda.