Pemkab Majalengka Dukung MRO di BIJB Kertajati untuk Bangkitkan Ekonomi Lokal
Pemkab Majalengka mendukung pengembangan MRO di BIJB Kertajati untuk menghidupkan aktivitas bandara dan bangkitkan ekonomi lokal, serta menolak alih fungsi ke pangkalan militer.

Pemkab Majalengka Beri Dukungan Penuh Pengembangan MRO di BIJB Kertajati
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau bengkel perawatan pesawat di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Langkah ini dilihat sebagai solusi konkret untuk menghidupkan kembali aktivitas bandara yang selama ini kurang optimal, serta mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar wilayah Jawa Barat.
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan pada Senin (1/6) bahwa pihaknya sepenuhnya mendukung inisiatif pengembangan MRO di BIJB Kertajati, yang dinilai sebagai langkah strategis untuk membangkitkan kembali aktivitas bandara serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Ia mengimbau seluruh pihak untuk menyikapi rencana ini dengan optimisme, tanpa prasangka buruk atau isu yang tidak relevan.
Kondisi BIJB Kertajati yang Belum Maksimal
Dalam penjelasannya, Eman menggambarkan kondisi BIJB Kertajati saat ini sebagai situasi yang kurang memuaskan, di mana aktivitas penerbangan komersial belum mencapai potensi penuh. Ia menyebut kondisi bandara tersebut seperti "mati tidak, hidup pun tidak", yang bertentangan dengan harapan masyarakat Majalengka yang telah menantikan keramaian penerbangan selama bertahun-tahun.
"Masyarakat kita sudah kesal menunggu. Orang lain di daerah lain sudah bosan melihat pesawat lewat, sedangkan kita di sini justru 'kesal' karena terus-menerus menunggu kapan pesawat akan ramai datang," jelas Eman. Menurutnya, kehadiran MRO di BIJB Kertajati menjadi harapan baru yang harus didukung bersama oleh seluruh pihak.
Dampak Ekonomi yang Diharapkan dari Fasilitas MRO
Dengan adanya aktivitas MRO di BIJB Kertajati, diharapkan berbagai sektor industri pendukung, pelaku UMKM, serta penyerapan tenaga kerja lokal di sekitar kawasan bandara akan tumbuh pesat. Eman menjelaskan bahwa fasilitas perawatan pesawat ini juga diharapkan dapat menarik penerbangan komersial lainnya, sehingga membuat kawasan Majalengka lebih ramai dari segi bisnis.
"Kita berpikir positif saja. MRO itu kan maintenance, bengkel pesawat. Kalau bengkel pesawatnya ada di Majalengka, saya yakin penerbangan komersialnya juga pasti akan ikut jalan. Jadi dari segi bisnis, ini akan membuat Majalengka menjadi ramai," ujar Bupati Majalengka Eman Suherman.
Selain itu, langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk menyudahi masa "mati suri" BIJB Kertajati dan membawa kesejahteraan bagi warga sekitar. Eman menegaskan bahwa Pemkab Majalengka hanya mendukung MRO sebagai bagian dari pengembangan ekosistem bisnis penerbangan, dan tidak setuju jika bandara tersebut dialihfungsikan menjadi pangkalan militer.
Ia juga menekankan agar tidak muncul prasangka buruk atau isu yang mengaitkan fasilitas MRO dengan rencana pengalihan fungsi bandara menjadi pangkalan militer. Menurutnya, MRO adalah fasilitas komersial yang fokus pada perawatan pesawat, dan tidak memiliki hubungan dengan rencana pengalihan fungsi bandara untuk keperluan militer.
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Jawa Barat
Pengembangan MRO di BIJB Kertajati juga diharapkan dapat memberikan dampak domino bagi ekonomi wilayah Jawa Barat secara keseluruhan. Dengan adanya keramaian aktivitas penerbangan dan perawatan pesawat, diharapkan akan muncul berbagai peluang bisnis baru, seperti hotel, restoran, dan jasa pendukung lainnya di sekitar kawasan bandara.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja lokal juga akan meningkat, sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran di wilayah Majalengka dan sekitarnya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi lokal secara umum. Eman menambahkan bahwa dukungan penuh dari Pemkab Majalengka tidak hanya untuk pengembangan MRO, tetapi juga untuk memastikan bahwa BIJB Kertajati tetap berfungsi sebagai bandara komersial yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.