Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Kuningan mengoptimalkan kelola aset lahan untuk ketahanan pangan

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kabupaten Kuningan optimalkan 17,3 ha lahan pertanian lewat kerja sama dengan PT Rumah Tani Nusantara, tingkatkan PAD, ketahanan pangan, dan modernisasi sektor pertanian.

Pemkab Kuningan mengoptimalkan kelola aset lahan untuk ketahanan pangan

Optimasi Aset Lahan Pertanian di Kuningan: Kunci Ganda Pendapatan Asli Daerah dan Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menandatangani kesepakatan strategis dengan PT Rumah Tani Nusantara untuk mengelola lahan pertanian milik daerah secara profesional. Langkah ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun juga memperkuat fondasi ketahanan pangan di tingkat lokal.


Latar Belakang Kebijakan

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan respons terhadap dua tantangan utama daerah:

"Kerja sama ini bukan sekadar mengejar angka PAD, tetapi mendorong pertanian dikelola secara profesional dan berkelanjutan," ujar Dian dalam acara peluncuran kesepakatan.

Skala Lahan yang Dikelola

Total area 17,3 hektare ini akan diperlakukan sebagai aset produktif, bukan sekadar properti yang menganggur.

Tujuan Utama Optimasi Aset

  1. Meningkatkan PAD melalui peningkatan output pertanian dan nilai jual hasil panen.
  2. Mewujudkan ketahanan pangan dengan menambah volume produksi lokal dan diversifikasi tanaman.
  3. Mendorong modernisasi pertanian melalui adopsi teknologi tepat guna, seperti sistem irigasi tetes, pupuk organik, dan mekanisasi kecil.
  4. Memberdayakan petani lokal lewat pelatihan, penyuluhan, serta skema bagi hasil yang adil.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Tantangan dalam Implementasi

Meskipun prospeknya menjanjikan, beberapa risiko tetap harus dikelola:

Peran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)

Kepala BPKAD, Deden Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama ini adalah strategi optimalisasi aset di tengah keterbatasan anggaran. BPKAD akan:

Perspektif Ke Depan

Jika berhasil, model kolaborasi Kuningan dapat dijadikan replika bagi kabupaten lain di Jawa Barat yang memiliki lahan publik belum dimanfaatkan. Pengalaman ini juga memperkuat narasi bahwa pengelolaan aset daerah secara produktif dapat menjadi pendorong utama pembangunan berkelanjutan.


Artikel ini disusun berdasarkan laporan resmi pemerintah Kabupaten Kuningan dan wawancara dengan pejabat terkait, dengan fokus pada analisis kebijakan dan implikasinya bagi ekonomi lokal serta ketahanan pangan.