Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Kuningan Dorong Kualitas Kopi untuk Pasar Ekspor Internasional

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemkab Kuningan dorong peningkatan kualitas dan tata kelola kopi petani untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor global, dengan produksi robusta meningkat signifikan pada 2025.

Pemkab Kuningan Dorong Kualitas Kopi untuk Pasar Ekspor Internasional

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terus melakukan upaya terpadu untuk mengembangkan komoditas kopi lokal petani dengan fokus pada peningkatan kualitas, tata kelola, dan kesiapan pasar agar dapat memasuki skala ekspor yang lebih besar. Kuningan yang memiliki kondisi iklim dan tanah ideal untuk budidaya kopi telah menjadikan komoditas ini sebagai salah satu komoditas pertanian unggulan daerah. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan peluang pasar global secara optimal bagi produk pertanian lokal.

Kondisi Produksi Kopi Kuningan Saat Ini

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah menyebutkan tren produksi kopi di daerah ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jenis kopi robusta menjadi penyumbang utama peningkatan, dengan produksi mencapai 1.173,39 ton pada tahun 2025, naik dibandingkan 726,03 ton pada tahun 2024.

"Penguatan kualitas, tata kelola, serta kemampuan petani menjadi kunci agar peluang pasar global dapat dimanfaatkan secara optimal."

Kata Wahyu saat ditemui di Kuningan pada hari Senin. Selain peningkatan volume produksi, pemerintah juga terus mendorong petani untuk menerapkan teknik budidaya yang berkelanjutan agar dapat meningkatkan mutu biji kopi yang dihasilkan. Sementara itu, produksi kopi arabika di Kuningan relatif stabil dengan produktivitas rata-rata sekitar 900 kilogram per hektare.

Tantangan di Sektor Hilir

Meskipun produksi kopi di Kuningan menunjukkan tren positif, Wahyu mengakui bahwa tantangan utama masih berada di sektor hilir, khususnya terkait standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen. Kedua faktor ini menjadi penentu daya saing Kuningan di pasar internasional. Meskipun komoditas kopi dari daerah ini sudah pernah diekspor ke luar negeri, volume yang terkirim masih relatif kecil karena belum memenuhi standar kualitas yang ketat di beberapa negara tujuan. Standarisasi mutu yang sesuai dengan persyaratan impor negara tujuan masih menjadi kendala bagi banyak petani, karena sebagian besar belum memiliki pengetahuan dan peralatan yang memadai untuk pengolahan pascapanen. Hal ini menyebabkan beberapa batch kopi Kuningan gagal memenuhi syarat kualitas pasar global meskipun memiliki potensi yang besar.

Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Untuk mengatasi permasalahan di sektor hilir, Diskatan Kuningan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada petani kopi. Pelatihan yang diberikan meliputi:

Selain itu, pemerintah daerah fokus pada penguatan standardisasi mutu dan pengolahan pascapanen agar kopi Kuningan dapat memenuhi persyaratan pasar global.

"Kopi saat ini tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mengedepankan kualitas, cerita, dan pengalaman."

Kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, yang menambahkan bahwa sejumlah lahan perkebunan kopi di Desa Karangsari sudah memasuki masa panen. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan nilai tambah harus menjadi fokus utama agar kopi Kuningan tidak berhenti pada tahap bahan baku.

Harapan dan Dampak Masa Depan

Upaya pengembangan kopi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kopi di Kuningan, serta memperkenalkan kopi lokal Jawa Barat ke pasar internasional. Dengan fokus pada kualitas dan tata kelola yang baik, kopi Kuningan diharapkan dapat dikenal secara luas di pasar global dan menjadi komoditas pertanian unggulan yang membawa manfaat ekonomi bagi daerah. Selain itu, pengembangan kopi juga diharapkan dapat membantu mengurangi pengangguran di daerah pedesaan Kuningan melalui penciptaan lapangan kerja di sektor pengolahan dan pemasaran kopi.