Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Cianjur Surat ke PUPR Perbaiki Drainase untuk Cegah Banjir

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemkab Cianjur mengirim surat ke Kementerian PUPR guna memperbaiki drainase jalan utama yang tidak berfungsi, untuk mencegah kecelakaan akibat air meluap saat hujan.

Pemkab Cianjur Surat ke PUPR Perbaiki Drainase untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, telah mengirim surat ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menangani masalah drainase yang tidak berfungsi maksimal di sepanjang jalur utama wilayah. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan kecelakaan yang bisa merengut nyawa pengendara akibat air meluap ke badan jalan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengungkapkan bahwa surat tersebut ditujukan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional di bawah Kementerian PUPR, dengan fokus utama pada perbaikan saluran air yang sering menyebabkan insiden banjir jalan. Menurutnya, masalah ini paling terasa di Jalan Raya Pasekon-Cipanas, di mana air meluap telah menimbulkan risiko tinggi bagi pengendara yang melintas rutin.

Upaya Pencegahan dan Perbaikan Drainase

Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir dan kecelakaan lalu lintas, Pemkab Cianjur telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap saluran air yang rawan meluap saat hujan deras. Evaluasi ini mencakup seluruh jalur nasional di wilayah Cianjur, dengan tujuan mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan perbaikan segera.

"Kami melakukan berbagai cara guna mengantisipasi kecelakaan serupa agar tidak kembali terulang, termasuk bersurat dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk segera melakukan perbaikan drainase terbuka dan tidak berfungsi maksimal," kata Ferdian dalam keterangan resmi di kantornya, Senin lalu.

Selain mengirim surat, pihaknya juga telah menempatkan sejumlah petugas di lokasi rawan banjir untuk memantau kondisi dan melakukan penanganan darurat jika diperlukan. Pemkab juga telah memulai sosialisasi dasar kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara kebersihan saluran air untuk mencegah penyumbatan.

Faktor Penyebab Drainase Tidak Berfungsi

Menurut keterangan Bupati, drainase di Cianjur tidak berfungsi dengan baik akibat tiga faktor utama yang saling berkaitan. Pertama, pendangkalan saluran air akibat endapan lumpur dan material lain yang terbawa arus hujan dalam jangka panjang. Kedua, adanya bangunan ilegal di atas saluran air yang menyempitkan aliran air dan menghambat kelancaran aliran. Ketiga, pembuangan sampah sembarangan ke saluran air dan sungai yang menyebabkan penyumbatan cepat saat hujan deras.

Faktor-faktor ini semakin diperparah oleh banyaknya drainase terbuka yang belum memiliki penutupan permanen, sehingga air hujan tidak bisa dialirkan dengan cepat ke badan sungai terdekat. Saat hujan deras, saluran air yang tersumbat tidak bisa menampung dan mengalirkan air dengan tepat, menyebabkan air meluap ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas.

Permintaan kepada Masyarakat

Pemkab Cianjur juga meminta masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan fungsi saluran air. Pihaknya mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di saluran air atau sungai, serta tidak mendirikan bangunan di atas area saluran air, karena hal ini bisa menghambat aliran air dan menyebabkan banjir jalan yang berbahaya.

"Kami harap masyarakat bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga kelancaran aliran air, sehingga kita bisa mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan lalu lintas akibat air meluap," tambah Ferdian.

Langkah Selanjutnya

Pemkab Cianjur telah menegaskan bahwa mereka akan terus mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi darurat dan melakukan perbaikan drainase yang dibutuhkan. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memastikan bahwa perbaikan drainase bisa dilaksanakan secepat mungkin dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Selain itu, Pemkab akan meningkatkan intensitas sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya memelihara saluran air, serta melakukan penertiban terhadap bangunan ilegal yang berdiri di atas saluran air. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh saluran air di Cianjur bisa berfungsi dengan baik dan tidak menyebabkan masalah banjir atau kecelakaan di masa depan.