Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemkab Bandung Dapat Bantuan 11 Hektar Lahan untuk Waduk Retensi Banjir

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pemkab Bandung menyiapkan 16 hektar lahan untuk pembangunan waduk retensi antisipasi banjir di DAS Citarum, dengan 11 hektar di antaranya berasal dari hibah unsur pentahelix di Tegalluar.

Pemkab Bandung Dapat Bantuan 11 Hektar Lahan untuk Waduk Retensi Banjir

Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sering menghadapi risiko banjir parah saat musim hujan, terutama di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah menyiapkan total lahan seluas 16 hektare untuk pembangunan waduk retensi sebagai upaya pengendalian banjir jangka panjang. Langkah ini diumumkan oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam keterangan pers di Bandung, Rabu.

Rincian Lahan untuk Waduk Retensi

Sebanyak 11 hektare dari total lahan waduk retensi didapatkan melalui hibah dari unsur pentahelix, yaitu pihak swasta dan masyarakat, di kawasan Tegalluar. Dadang menjelaskan bahwa usulan pembangunan dua lokasi embung atau danau retensi telah mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pengusaha yang siap menyediakan lahan secara cuma-cuma.

"Terkait penanganan banjir, sebelumnya saya juga telah mengusulkan dua lokasi embung atau danau retensi. Melalui dukungan unsur pentahelix, pengusaha menyiapkan lahan di Tegalluar sekitar 11 hektare yang merupakan hibah," ujar Dadang.

Selain lahan dari Tegalluar, pihaknya juga telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di wilayah Sukamana, sehingga total keseluruhan lahan yang disediakan mencapai kurang lebih 16 hektare.

Fungsi dan Tujuan Pembangunan Waduk Retensi

Lahan yang disiapkan akan diubah menjadi danau retensi yang berfungsi menampung limpasan air saat curah hujan tinggi. Tujuan utama dari pembangunan infrastruktur ini adalah untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir DAS Citarum, yang sering mengalami banjir parah saat musim hujan.

Dadang menegaskan bahwa pembangunan waduk retensi merupakan bagian dari strategi jangka panjang penanganan banjir, selain upaya normalisasi sungai dan penataan aliran air yang dilakukan secara terpadu. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih optimal dalam mengurangi risiko banjir di Kabupaten Bandung.

Langkah Penanganan Banjir Terpadu

Selain pembangunan waduk retensi, pemerintah juga sedang mempercepat normalisasi sungai oleh BBWS Citarum, yang ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026, terutama di kawasan muara. Langkah ini dijadwalkan untuk dilakukan segera setelah koordinasi teknis antara berbagai pihak terkait.

Dadang menekankan bahwa seluruh proses penanganan banjir harus dilakukan secara terkoordinasi agar tidak berjalan sporadis dan memberikan manfaat maksimal di lapangan. Dia meminta agar semua pihak terkait, termasuk BBWS, Satgas, dan Satgas Sungai Citarum, berkoordinasi secara intensif untuk memastikan program berjalan terarah.

"Seluruh proses harus didiskusikan dan dikoordinasikan antara BBWS, Satgas, dan Satgas Sungai Citarum agar berjalan terarah," jelasnya.

Kolaborasi Pentahelix dalam Penanganan Banjir

Keterlibatan unsur pentahelix dalam menyediakan lahan hibah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melibatkan semua pihak dalam penanganan banjir. Kolaborasi antara pemerintah, swasta, masyarakat, dan lembaga terkait diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur penanggulangan banjir, serta mengurangi beban anggaran pemerintah.

Dadang menambahkan bahwa pengendalian banjir akan terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur tampungan air dan normalisasi sungai secara terpadu, untuk menekan potensi banjir di Kabupaten Bandung secara berkelanjutan.

Keseluruhan langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah banjir yang sering mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Bandung, terutama saat musim hujan tiba.