Makmur Jaya Coffee Roasters Bandung Ceritakan Dirty Latte yang Bikin Antrean Mengular di Toffin Masterclass
Makmur Jaya Coffee Roasters Bandung dan Second Floor Coffee tampil di Toffin Masterclass 4.0. Kedua pendiri akan ceritakan resep sukses dirty latte dan varian Jegég.

Pertanyaan itu kerap muncul di kalangan warga Bandung yang melintas di dekat kedai Makmur Jaya Coffee Roasters. Mengapa antrean di kedai kopi ini selalu panjang, baik di Jalan Lengkong maupun di kawasan Soka? Pertanyaan serupa juga muncul untuk Second Floor Coffee yang kini punya varian kopi Jegég dengan buah ceri Amarena dari Italia.
Keduanya akan menjawab pertanyaan itu dalam Toffin Masterclass 4.0, kelas edukasi bisnis makanan dan minuman yang menyasar para pelaku usaha di bidang yang sama. Kegiatan ini akan diadakan di Semarang pada 22 September 2026, kemudian berlanjut ke Bali pada 30 September, Surabaya pada 5 Oktober, dan Bogor pada 8 Oktober.
Derry Kustiadihardjo, pendiri Makmur Jaya Coffee Roasters, akan membagikan kisahnya dalam rangkaian kelas itu. Namanya tak asing di kalangan penikmat kopi Bandung karena kedainya menjadi salah satu destinasi paling diburu di Kota Kembang.
Baca Juga: BRI Tawarkan Pembiayaan Multiguna Pre-Approved bagi Nasabah Payroll di Bandung
Varian yang paling banyak menarik perhatian adalah dirty latte. Bedanya dari latte biasa, minuman ini langsung didinginkan вместе с gelasnya, sehingga es tidak langsung melebur. Peminum disuruh menyesap, bukan meneguk, supaya rasa dan teksturnya terasa berbeda. Cara penyajian itulah yang membuat banyak orang rela antre.
Di sisi lain, Second Floor Coffee yang pertama kali besar di Bali kini merambah Jakarta dengan membuka kedai di mal Grand Indonesia. Pendirinya, Adi Suhendra, juga masuk dalam daftar pembicara Toffin Masterclass.
Salah satu terobosannya adalah varian kopi Jegég yang dibanderol sekitar Rp60 ribuan. Minuman ini memadukan kopi susu dengan aroma ceri yang tajam dari buah ceri Amarena asal Italia. Yang unik, es batu yang digunakan berbentuk bulat dan diklaim bisa awet hingga 2 jam tanpa cepat mencair.
Baca Juga: Vietnam Tunda Proyek Kereta Cepat Hanoi-Ho Chi Minh Senilai USD 67 Miliar hingga 2027
Selain kedua nama itu, Toffin Masterclass juga menghadirkan Ronny Gunawan, pendiri Bodas Bistro & Bar di Jalan Asia Afrika, Bandung. Restoran bergaya Prancis ini dinilai cukup konsisten menjaga kualitas sajiannya selama bertahununden
Di kelas ini peserta bukan hanya mendengar teori. Mereka akan melihat langsung praktik pembuatan kopi dari barista-barista terbaik. Salah satunya Dawn Chan yang meraih peringkat lima di World Barista Championship dan mendirikan Wanwan Coffee Roaster di Hong Kong. Hadir pula Viki Rahardja, pemenang CTI Latte Art Battle Asia Champion 2016 sekaligus juri ILAC National Latte Art 2025.
Menurut Ario Fajar, VP Marketing Toffin Indonesia, esensi belajar di industri makanan dan minuman memang harus menyertakan aktivitas melihat, merasakan, dan berdiskusi langsung dengan praktisi. "Yang dibawa pulang peserta adalah pengalaman dan relasi yang bisa diterapkan dalam bisnisnya sendiri," katanya.
Peserta juga bakal mendapat update industri, tren pasar, hingga strategi yang diterapkan masing-masing jenama. "Bukan teori, melainkan kisah nyata, strategi, dan sudut pandang yang bisa langsung diterapkan," lanjut Ario.
Kelas ini terbuka untuk pelaku bisnis makanan dan minuman. Selain diskusi tentang pengelolaan bisnis dan teknik penyajian, peserta juga bakal belajar penataan meja sajian.