Pemkab Bandung Bangun RSUD Bedas Cimenyan Tutupi 1.100 Tempat Tidur
Pemerintah Kabupaten Bandung memulai pembangunan RSUD Bedas Cimenyan untuk menutupi kekurangan 1.100 tempat tidur rawat inap, dengan target selesai 2029 dan anggaran Rp100 miliar.

Pemkab Bandung Bangun RSUD Bedas Cimenyan untuk Mengatasi Kekurangan Tempat Tidur Rumah Sakit
Pemerintah Kabupaten Bandung resmi memulai pembangunan RSUD Bedas Cimenyan sebagai langkah strategis mengatasi kekurangan tempat tidur rawat inap di wilayah tersebut. Acara peletakan batu pertama dilaksanakan di Desa Mekarmanik, Kecamatan Cimenyan, pada Rabu (10/6) dan menjadi tonggak baru dalam upaya pemkab memenuhi standar pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, kapasitas tempat tidur rawat inap yang ada saat ini hanya mencapai 2.800 unit. Jumlah ini dinilai jauh dari kebutuhan ideal untuk melayani lebih dari 3 juta penduduk wilayah. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga, sehingga prioritas pembangunan fasilitas kesehatan tetap menjadi fokus kepemimpinannya.
"Walaupun kita membangun lagi, kita masih kekurangan sekitar 1.100 tempat tidur rawat inap. Karena kesehatan merupakan hak dasar masyarakat, maka saya lebih fokus kepada kesehatan," ujar Dadang usai acara peletakan batu pertama.
RSUD Bedas Cimenyan yang bertipe D akan melengkapi lima RSUD lain yang sudah dioperasikan sebelumnya, yaitu RSUD Bedas Kertasari, Cimaung, Arjasari, Tegalluar, dan RSUD Bedas Pacira. Dadang menargetkan seluruh enam fasilitas kesehatan ini selesai dan siap beroperasi pada tahun 2029, dengan skema penganggaran bertahap selama beberapa tahun.
Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan RSUD Bedas Cimenyan diperkirakan mencapai Rp100 miliar. Untuk tahap awal, pemkab telah mengalokasikan Rp18,9 miliar untuk pembangunan infrastruktur dasar. Dadang juga membuka peluang penambahan anggaran melalui APBD perubahan mendatang sesuai regulasi yang berlaku.
Karena lokasi pembangunan berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik tanah rawan bencana, Bupati Dadang mengingatkan kontraktor untuk mengutamakan kualitas konstruksi. Ia meminta aspek teknis terkait risiko gempa bumi dan tanah longsor diantisipasi melalui kajian geologis yang matang agar fasilitas ini aman dan tahan lama.
"Kualitas penting bagi saya. Kepada pelaksana bangunan saya titip, jangan asal membangun tanpa memperhitungkan konstruksi. Jadi bukan kecepatan saja, tapi kualitas juga harus diperhatikan," tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqawa, menambahkan bahwa RSUD Bedas Cimenyan dibangun di atas lahan seluas satu hektare. Gedung dua lantai ini akan difokuskan pada pelayanan unggulan, yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat jalan, dan ruang rawat inap.
Menurut Zeis, keberadaan RSUD Cimenyan ini bertujuan untuk menghapus stigma bahwa Kecamatan Cimenyan jauh dari pusat pemerintahan dan akses layanan kesehatan. Dengan hadirnya rumah sakit ini, masyarakat setempat tidak perlu melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan medis berkualitas.
Sampai saat ini, pemkab terus memantau perkembangan pembangunan dan memastikan semua tahap dilaksanakan sesuai standar. Kehadiran RSUD Bedas Cimenyan diharapkan dapat mengurangi beban fasilitas kesehatan yang ada dan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Cimenyan sekitarnya.