Pemkab Bandung Alokasikan Rp109 Miliar per Tahun untuk Insentif Guru Mengaji dan Beasiswa BESTI
Pemkab Bandung mengalokasikan Rp109 miliar per tahun untuk insentif guru mengaji dan Beasiswa BESTI sebagai upaya mencegah putus sekolah dan pernikahan dini di usia 17 tahun.

Pemkab Bandung menganggarkan Rp109 miliar per tahun untuk melanjutkan program insentif guru mengaji sekaligus memastikan keberlanjutan Beasiswa Bantuan Pendidikan Bupati Bandung (BESTI). Anggaran ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan membentuk karakter generasi muda di wilayahnya.
Program guru mengaji dengan anggaran sebesar itu menyasar ratusan guru mengaji yang tersebar di desa-desa di Kabupaten Bandung. Dadang Supriatna mengatakan program ini akan terus didorong untuk menciptakan anak-anak yang berkarakter dan berakhlakul karimah.
"Program Guru Mengaji tetap kita lanjutkan dan anggarannya mencapai Rp109 miliar per tahun," katanya.
Baca Juga: BNPB Catat 1.487 Titik Panas Kebakaran Hutan di Kalimantan
Tingginya alokasi untuk pendidikan keagamaan ini muncul setelah Pemerintah Kabupaten Bandung menemukan数据 pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat. Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan meningkatkan pencegahan anak putus sekolah.
"Ibu Ketua PKK menyampaikan masih ada usia 17 tahun sudah menikah. Nah, ini PR Pak Kades, disiapkan sekolah SD, SMP," katanya.
Selain insentif guru mengaji, Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan program BESTI tetap berjalan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan. Program tersebut diharapkan memperluas kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menekan angka anak putus sekolah.
Dadang menegaskan penguatan pendidikan keagamaan dan pendidikan formal perlu berjalan beriringan agar generasi muda Kabupaten Bandung memiliki pengetahuan sekaligus karakter yang baik. Dengan keberlanjutan kedua program tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung berharap dukungan terhadap pendidikan masyarakat dapat semakin kuat dan persoalan sosial seperti putus sekolah serta pernikahan dini dapat ditekan.