Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

BNPB Catat 1.487 Titik Panas Kebakaran Hutan di Kalimantan

Bandung · Oleh ·

BNPB mendeteksi 1.487 titik panas kebakaran hutan di Kalimantan pada 20 Agustus. Asapnya bisa menjangkau West Java.

BNPB Catat 1.487 Titik Panas Kebakaran Hutan di Kalimantan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mendeteksi 1.487 titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan, berdasarkan laporan yang dirilis pada 20 Agustus. Titik panas adalah indikator yang terekam satelit di area yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Potensi kebakaran hutan di Kalimantan biasanya melonjak saat musim kemarau panjang. BNPB menyebutkan angka 1.487 ini muncul menjelang periode kritis kedua setelah musim kemarau pertama. Pantauan BNPB melalui sistem InAWAR (Indonesia Forest Fire Hazard Warning System) mencatat koordinat masing-masing titik panas untuk keperluan verifikasi lapangan.

Asap dari karhutla tidak mengenal batas administratif. Angin bisa membawa partikulat dan gas berbahaya melintasi provinsi hingga negara tetangga. Pada 2019, kabut asap dari kebakaran besar di Kalimantan pernah menurunkan kualitas udara di Jawa.

Baca Juga: Polisi Bubarkan Rencana Tawuran 20 Remaja di Jalur Bypass Kiaracondong, 19 di Antaranya Belum Dewasa

Kabupaten Bandung mencatat tujuh kasus kebakaran lahan dalam delapan bulan terakhir. Polusi asap dari kebakaran itu menjamui warga sekitar. Pola serupa berpotensi berulang jika titik panas di Kalimantan terus meningkat dan asapnya tertiup ke arah Tenggara.

"Tetap waspada, gunakan masker N95 saat keluar rumah, dan pantau terus kualitas udara di wilayahmu," imbau BNPB dalam keterangannya.

BNPB belum merilis rincian sebaran per provinsi untuk 1.487 titik panas yang terdeteksi. Data ini bisa jadi landasan bagi pemerintah daerah di Jawa Barat untuk mempersiapkan antisipasi dini menghadapi kemungkinan udara tidak sehat akibat asap lintas provinsi.