Pembeli di Pasar Soreang Kurangi Belanja Ayam Saat Harga Naik ke Rp40 Ribuan per Kg
Harga ayam di Pasar Soreang naik ke Rp40.204-Rp40.800 per kg. Pembeli mengurangi jumlah belanja sementara pedagang beri sistem utang agar pelanggan tetap bertahan.

Kenaikan harga ayam mulai mengubah pola belanja di Pasar Soreang, Kabupaten Bandung. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada 12 Agustus 2026, daging ayam ras di Jawa Barat tercatat Rp40.204 per kilogram, naik Rp321 atau 0,8 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Harga dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional lebih tinggi lagi, mencapai Rp40.800 per kilogram. Angka itu naik sekitar Rp1.500 atau 3,82 persen dari periode sebelumnya. Perbedaan terjadi karena sumber dan waktu pemantauan yang berbeda, tapi keduanya menunjukkan tren yang sama.
Tekanan harga itu langsung terasa di lapak-lapak Pasar Soreang. Seorang pedagang ayam potong bernama Hadi (34) mengatakan pelanggan yang biasa membeli dalam jumlah tertentu kini mulai mengurangi belanja.
Baca Juga: Kriminolog UNISBA Pertanyakan Remisi Satu Bulan Mantan Wamenaker Noel yang Baru Dua Bulan Dipenjara
"Kalau dulu beli lima ekor, sekarang bisa cuma ambil tiga. Pelanggan sudah pikir dua kali sebelum checkout," kata Hadi.
Harga ayam hidup di Jawa Barat sendiri sudah melonjak 22 persen menjadi Rp25.000 per kilogram dalam beberapa waktu terakhir, setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberhentikan. Kondisi itu memicu kenaikan harga daging ayam di tingkat eceran.
Untuk menahan pelanggan, Hadi menerapkan sistem pembayaran belakangan bagi pembeli tetap. Pelanggan yang sudah dikenal bisa membawa pulang ayam lebih dulu dan bayar kemudian. Cara ini menjaga perputaran penjualan, though pedagang harus menanggung beban modal lebih besar.
Baca Juga: Tiga Tersangka Ditetapkan atas Pengeroyokan massal yang melukai pejabat yang sedang bertugas.
"Duit用于进货 sebagian mengikat di stok, sementara hasil penjualan belum sepenuhnya kembali karena ada yang nyicil," tutur Hadi.
Komoditas lain bergerak bervariasi. Harga daging sapi paha belakang naik 0,13 persen menjadi Rp144.259 per kilogram. Bawang merah naik 0,23 persen menjadi Rp32.420 per kilogram. Sebaliknya, telur ayam ras turun 0,22 persen menjadi Rp25.037 per kilogram dan cabai merah keriting turun 1,93 persen menjadi Rp37.611 per kilogram.
Di Pasar Soreang, pembeli mengurangi jumlah ayam yang dibeli sementara pedagang menawarkan sistem utang agar pelanggan tidak pergi. Kedua pihak sama-sama menyesuaikan diri di tengah harga ayam yang bertahan di atas Rp40.000 per kilogram.
Harga rata-rata nasional daging ayam ras menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan kedua Agustus berada di kisaran Rp39.712 per kilogram, sudah mendekati harga acuan konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.