Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pembayaran Pikap Impor Kopdes Merah Putih Baru Jalan Setelah Proses Audit Menyeluruh

Jabar · Oleh · · Diperbarui 26 Agustus 2026

Menkeu Purbaya pastikan pembayaran pikap impor Kopdes Merah Putih baru dilakukan setelah proses audit. Disusul penunjukan Prasabri Pesti sebagai Plt. Dirut PT Pos.

Pembayaran Pikap Impor Kopdes Merah Putih Baru Jalan Setelah Proses Audit Menyeluruh

Menkeu Pastikan Pembayaran Pikap Impor Kopdes Merah Putih Tunggu Hasil Audit

Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas belanja negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pembayaran untuk pengadaan mobil pikap impor program Kopdes Merah Putih baru akan dilakukan setelah proses audit menyeluruh rampung.

"Saya bayar yang diaudit aja. Begitu diaudit, lolos verifikasi, baru nagih ke pemerintah, dan aman," tegas Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Detail Program Pengadaan 105 Ribu Pikap Impor

Program ini menyasar penyediaan 105.000 unit mobil pikap impor yang dikelola melalui PT Agrinas Pangan Nusantara dengan dukungan pembiayaan dari Himbara. Nilai total proyek diperkirakan mencapai Rp 24,66 triliun.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Tahan Tiga Tersangka Penyalagunaan Kredit Bank BUMN Senilai Rp 3,4 Miliar

Pembayaran utang akan dialokasikan secara bertahap selama enam tahun dengan kewajiban Kementerian Keuangan sekitar Rp 40 triliun setiap tahun.

Pentingnya Audit dalam Pengadaan Besar

Langkah audit menjadi krusial menyusul sorotan dari berbagai pihak. Indonesia Corruption Watch sebelumnya menduga adanya selisih harga signifikan dalam proyek pengadaan tersebut.

Baca Juga: Damkar Kuningan Evakuasi Ular Kobra 1 Meter dari Rumah Guru Ngaji

Dengan mekanisme pembayaran berbasis audit, pemerintah berharap seluruh proses dapat berjalan akuntabel dan bebas dari potensi penyimpangan.


Prasabri Pesti Ditunjuk Jadi Plt. Dirut PT Pos Indonesia

Pergantian Kepemimpinan di PT Pos Indonesia

Daud Joseph secara resmi mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero). Sebagai gantinya, Prasabri Pesti ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama, efektif sejak 30 Juni 2026.

Corporate Secretary Iwan Gunawan menjelaskan bahwa pengunduran diri Daud murni karena pertimbangan pribadi. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Daud selama memimpin perusahaan.

Jabatan Rangkap dan Susunan Direksi Baru

Dalam struktur baru, Prasabri Pesti akan merangkap jabatan sebagai Direktur Transformasi dan IT. Selain itu, dua komisaris baru juga dilantik:

Jajaran Dewan Komisaris kini dipimpin Muhammad Budi Djatmiko sebagai Komisaris Utama, bersama Fauzi Baadila, Robben Rico, dan Riden Hatam Aziz.

Latar Belakang Kuat di Sektor Telekomunikasi

Prasabri Pesti membawa pengalaman panjang di industri telekomunikasi. Ia pernah menjabat sebagai:

Pengalamanitos membuatnya dipercaya memimpin transformasi digital di PT Pos Indonesia.