Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pemangkasan Anggaran Tidak Menyurutkan Semangat Dudu Sumbali Untuk Terus Mengabdi Kepada Masyarakat

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kepala Desa Tanjungbaru H. Dudu Sumbali, mendorong pembangunan kampung wisata melalui diversifikasi dana, sinergi lintas lembaga, dan pengawasan ketat Musrenbangdes hingga APBD 2027.

Pemangkasan Anggaran Tidak Menyurutkan Semangat Dudu Sumbali Untuk Terus Mengabdi Kepada Masyarakat

Visi Pembangunan Desa di Tengah Pengetatan Anggaran

Kepala Desa Tanjungbaru, H. Dudu Sumbali, S.H., menegaskan bahwa keterbatasan anggaran APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten bukan halangan untuk mempercepat pembangunan. Pada Musrenbangdes yang digelar 19 Januari 2026, ia memperkenalkan roadmap jangka panjang: menjadikan Tanjungbaru kampung wisata berbasis potensi lokal dan kearifan desa.

Strategi Diversifikasi Sumber Pembiayaan

Sumbali menekankan pentingnya non‑budgetary funding yang sah. "Kita tidak akan bergantung pada satu sumber anggaran saja," ujarnya. Strategi yang dipaparkan meliputi:

Pendekatan ini menargetkan aliran dana alternatif yang dapat menutupi kekosongan APBD tahun 2027.

Sinergi Lintas Lembaga dalam Musrenbangdes

Acara tersebut melibatkan Camat Cikarang Timur, Sekretaris Kecamatan, Sekretaris Desa, Ketua BPD, Ketua BUMDes, Ketua Koperasi Merah Putih, dan Ketua IPETAB. Keberagaman partisipan mencerminkan model governance inklusif, di mana:

Dialog terbuka ini menghasilkan prioritas program yang didukung semua elemen desa, mengurangi risiko keputusan sepihak.

Pengawasan Hasil Musrenbangdes hingga APBD 2027

Sumbali mengingatkan bahwa perencanaan harus diikuti oleh monitoring dan evaluasi ketat. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk "mengawal bersama‑sama" usulan agar tidak terhapus dalam proses penyusunan APBD Kabupaten Bekasi tahun 2027. Langkah konkret yang diusulkan:

  1. Pembentukan tim verifikasi internal desa yang melaporkan progres triwulanan
  2. Penyusunan matriks indikator kinerja (KPI) untuk tiap program
  3. Lobbying ke DPRD Kabupaten melalui laporan tertulis dan sidang publik

Dengan mekanisme ini, harapannya aspirasi warga tetap terjaga hingga alokasi dana final.

Potensi Ekonomi dari Konsep Kampung Wisata

Transformasi Tanjungbaru menjadi kampung wisata dipandang sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Analisis SWOT yang disajikan mencakup:

Rekomendasi strategis meliputi pembangunan homestay berbasis komunitas, pelatihan pemandu wisata, serta festival tahunan produk lokal yang dapat meningkatkan visibilitas dan pendapatan UMKM.

Kesimpulan

Kepemimpinan H. Dudu Sumbali menonjolkan tiga pilar utama: visibilitas jangka panjang, kerjasama lintas lembaga, dan akses ke sumber dana alternatif. Di tengah tekanan fiskal, pendekatan ini menawarkan model replikasi bagi desa‑desa lain di Bekasi maupun Jawa Barat yang ingin tetap maju tanpa bergantung pada alokasi anggaran tradisional.

"Ketika kita duduk bersama, berpikir bersama, dan bergerak bersama, insyaa Allah Desa Tanjungbaru akan melangkah lebih maju dan mandiri," kata Sumbali.

Dengan komitmen kolektif, Tanjungbaru berada pada jalur yang tepat untuk mengubah tantangan anggaran menjadi peluang inovasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.