Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

MH Tertangkap Usai Tembak Pazwa Pahaludin dengan Senapan Angin di Pertemuan Alumni Garut

Jabar · Oleh ·

MH (19) ditangkap polisi Garut setelah menembak Pazwa Pahaludin (15) dengan senapan angin di pertemuan alumni, causing mata kiri korban cedera. Tersangka dijerat pasal penganiayaan luka berat.

MH Tertangkap Usai Tembak Pazwa Pahaludin dengan Senapan Angin di Pertemuan Alumni Garut

Pazwa Pahaludin (15) harus kehilangan pandangan mata kirinya setelah ditembak menggunakan senapan angin saat menghadiri pertemuan alumni sekolah di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, pada 26 September 2026. Pelaku berinisial MH (19) ditangkap polisi di rumah saudaranya di Desa Mangkurayat, Kecamatan Cilawu, Jumat 9 Oktober 2026 sore.

MH ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman minimal 5 tahun penjara. Pasal penganiayaan yang menyebabkan luka berat digabungkan dengan undang-undang darurat tentang senjata api. Polisi masih mendalami asal-usul senapan angin jenis air gun yang digunakan pelaku.

Hasil penyidikan menunjukkan MH membawa senjata itu sejak awal ke acara reunion. Beberapa kali tembakan dilepaskan dengan arah tidak jelas sebelum akhirnya mengenai mata kiri Pazwa. MH mengakui membeli air gun tersebut dan membawanya ke lokasi tanpa alasan jelas.

Baca Juga: Warga Cugenang Pasang Pagar Bambu di Tebing Longsor 2022, Cegah Pengendara Buang Air di Saluran Air

Rasa Sakit Hati Jadi Pemicu

MH merasa tidak dihargai saat hadir di pertemuan alumni. Merasa dicuekin oleh teman-temannya membuat MH melampiaskan emosi dengan menembakkan senapan angin secara membabi buta. Kepolisian Resor Garut menyebut motif ini berdasarkan pengakuan pelaku saat pemeriksaan.

"Dia tidak dihargai pada saat adanya perkumpulan itu, jadi dia merasa dicuekin dan entah kenapa akhirnya dia merasa tersinggung sehingga dia coba untuk menembak-nembak," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKP Niko N. Adi Putra.

Pazwa merupakan teman MH atau setidaknya keduanya sudah saling mengenal sebelum insiden terjadi. Kondisi ini mempermudah polisi mengidentifikasi pelaku setelah olah tempat kejadian perkara.

Baca Juga: Pria Palsukan Identitas jadi Anggota BNN dan Polisi di Garut, Bidpropam Pastikan Bukan Bagian Mereka

Dampak bagi Korban dan Keluarga

Kasus ini menambah daftar kekerasan yang melibatkan senjata di kalangan pelajar di Jawa Barat. Pazwa saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit untuk menyembuhkan luka tembak di area mata kirinya. Keluargavictim menanggung beban medis dan psikologis yang besar.

Dua pemuda pernah Dirampok Saat Berkendara di Jalan Cimanuk Garut dengan pelaku mengancam menggunakan senjata tajam. (/article/dua-pemuda-dirampok-saat-berkendara-di-jalan-cimanuk-garut-pelaku-ancam-dengan-senjata-tajam-muvaxctj). Insiden serupa menunjukkan kekerasan dengan senjata di wilayah Garut dan sekitarnya masih menjadi masalah nyata bagi warga.

Polisi belum menutup kemungkinan adanya korban lain dari aksi MH. Pengakuan pelaku soal penembakan berulang menjadi dasar investigators untuk meminta masyarakat yang hadir di acara tersebut melapor jika mengalami gejala serupa. Kasus penganiayaan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pengawasan senjata di masyarakat.

>