Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pelecehan dan Pembunuhan Siswi Cianjur: Pelaku Coba Bunuh Diri

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Seorang siswi SMA di Cianjur tewas akibat pelecehan seksual dan pembunuhan oleh ayah tirinya. Pelaku sempat mencoba bunuh diri sebelum ditangkap di Depok, Jawa Barat.

Pelecehan dan Pembunuhan Siswi Cianjur: Pelaku Coba Bunuh Diri

Pada Jumat, 29 Mei, Kepolisian Resor (Kapolres) Cianjur mengkonfirmasi kasus pembunuhan seorang siswi SMA berinisial SH, berusia 16 tahun, yang ditemukan tewas di rumahnya. Korban ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, dengan hidung dan kemaluan mengeluarkan darah, menandakan kekerasan seksual dan kekerasan fisik.

Aksi Keji dan Upaya Bunuh Diri Pelaku

Tersangka dalam kasus ini adalah R alias Oman, berusia 35 tahun, ayah tiri korban. Setelah melakukan aksi keji, pelaku mencoba bunuh diri dengan menenggak racun tikus yang dicampurkan ke dalam minuman teh kemasan botol. Upaya bunuh diri tersebut gagal, dan pelaku ditemukan terkapar di tepi jalan oleh warga. Warga kemudian mengantarkannya ke rumah sakit untuk perawatan.

Setelah kondisinya membaik, pelaku mencoba melarikan diri dengan membawa barang bukti berupa handphone milik korban. Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi dalam konferensi pers di Mapolres Cianjur, Jumat (29/5).

"Tersangka ini sempat menenggak racun, tapi upaya bunuh dirinya gagal. Kemudian mencoba melarikan diri lagi dengan membawa handphone milik korban," kata Alexander.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan

Tim penyidik polisi telah memeriksa 13 saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:

Setelah korban ditemukan tewas, pelaku menghilang dari tempat kejadian. Polisi melakukan penyelidikan menyeluruh dan akhirnya melacak pelaku ke sebuah rumah kontrakan di wilayah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku kemudian ditangkap oleh tim penyidik.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebelum membunuhnya. Menurut pengakuannya, pelaku menindih korban yang sedang tidur dari arah belakang, kemudian menjerat leher korban dengan kabel charger handphone hingga korban lemas. Setelah itu, pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebelum membunuhnya.

Motif di Balik Kekerasan

Kapolres mengungkapkan bahwa pelaku melakukan aksi keji karena sakit hati setelah istrinya, yang merupakan ibu kandung korban, mengirim surat meminta cerai. Ibu korban bekerja di luar negeri, dan pelaku baru saja kembali dari Kamboja sekitar satu minggu sebelum insiden terjadi. Pelaku kemudian tinggal bersama anak tirinya di Cianjur.

"Tersangka ini tega menghabisi nyawa korban karena sakit hati diduga diselingkuhi oleh istrinya. Untuk meluapkan kekecewaannya, ia nekat membunuh anak tirinya," jelas Alexander.

Imbauan Kepada Masyarakat

Dalam konferensi pers, Kapolres Cianjur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap anak di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan anak, serta melaporkan setiap tanda kekerasan atau perilaku mencurigakan kepada pihak berwenang.

Foto konferensi pers kasus di Mapolres Cianjur