Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pelantikan DPD PPSI Bogor 2026-2031: Budaya dan Kompetisi Silat

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Pelantikan DPD PPSI Kabupaten Bogor 2026-2031 digelar dengan nuansa budaya, dilengkapi kompetisi silat tradisional untuk melestarikan warisan leluhur.

Pelantikan DPD PPSI Bogor 2026-2031: Budaya dan Kompetisi Silat

Sabtu, 11 April 2026, Gedung Tegar Beriman milik Pemerintah Kabupaten Bogor menyaksikan pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Bogor masa bakti 2026–2031. Acara ini tidak hanya diadakan secara formal, tetapi dikemas dengan nuansa budaya Sunda yang kental, digabungkan dengan kegiatan Pasanggiri Seni Ibing Penca Silat yang berlangsung selama 2 hari, 11–12 April 2026.

Konsep Acara Ngistrenan Pupuhu PPSI Bogor

Istilah "Ngistrenan Pupuhu" yang digunakan dalam pelantikan ini adalah bahasa Sunda yang berarti proses pelantikan. Menurut Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor yang baru, Dodi Mulya Wibawa S.Kom., istilah ini memiliki makna mendalam: ia mengingatkan kembali masa lalu kejayaan Kerajaan Pajajaran di Bogor, yang memiliki kaitan erat dengan kesatria pelindung kerajaan yang menciptakan berbagai jurus pencak silat tradisional.

"Ngistrenan Pupuhu bukan hanya sekadar formalitas pelantikan, tetapi juga upaya untuk menghidupkan kembali memori kejayaan masa lalu dan mengaitkannya dengan peran penting pencak silat sebagai bagian dari sejarah dan budaya lokal kita," ujar Dodi, yang biasa disapa Sangadipati.

Tujuan dan Visi PPSI Kabupaten Bogor

Dodi menjelaskan bahwa PPSI Kabupaten Bogor memiliki tugas utama yang berbeda dari organisasi pencak silat lainnya: fokus pada pelestarian seni pencak silat tradisional dan pengembangan paguron-paguron sebagai wadah bagi praktisi silat di seluruh Kabupaten Bogor, bukan hanya pembinaan atlet untuk kompetisi tingkat tinggi.

Slogan resmi PPSI Kabupaten Bogor "PPSI Luhung Mulya Wibawa, Napas Jiwa, Cahaya Karuhun, Ngajaga Martabat Bangsa" menekankan tiga hal utama: keagungan organisasi, kewibawaan dalam menjalankan tugas, dan peran sebagai benteng pelindung warisan budaya bangsa.

"Kami ingin membuat pencak silat tradisional tetap relevan di era modern, dengan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya yang diajarkan oleh leluhur," tambah Dodi.

Dukungan Pemerintah dan Tokoh Masyarakat

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi PPSI Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa pencak silat adalah warisan luhur yang menjadi identitas bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan.

"Kehadiran pemerintah dalam acara ini adalah bentuk dukungan nyata untuk pelestarian seni budaya. Pencak silat harus terus dikembangkan agar tetap menjadi kebanggaan di tengah masyarakat, terutama generasi muda," ujar Yudi.

Yudi juga menambahkan bahwa ajang pasanggiri ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi, serta meningkatkan kualitas seni pencak silat di Kabupaten Bogor agar dapat bersaing di level yang lebih luas.

Acara Pembukaan dan Kegiatan Pasanggiri Silat

Acara pelantikan dibuka dengan penampilan penari dari Sanggar Citra Budaya dan rampak pencak silat yang menyambut para tamu undangan. Beberapa penampilan lain yang menghibur antara lain:

Pasanggiri Seni Ibing Penca Silat yang diadakan bersamaan dengan pelantikan diikuti oleh ratusan peserta yang terbagi dalam berbagai kategori:

Setiap kategori dibagi lagi menjadi kelompok usia, mulai dari usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai tempat silaturrahmi dan komunikasi antar praktisi seni budaya dan pegiat silat untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman.

Harapan Masa Depan PPSI Kabupaten Bogor

Pelantikan Dodi Sangadipati sebagai Ketua DPD PPSI Kabupaten Bogor menandai dimulainya babak baru dalam upaya pelestarian seni pencak silat tradisional di Kabupaten Bogor. Melalui konsep "Ngistrenan Pupuhu" yang dikemas dengan kegiatan budaya dan kompetisi, PPSI Kabupaten Bogor berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat luas.

Dengan semangat kepengurusan yang baru, organisasi ini optimistis dapat membawa seni ibing pencak silat tetap relevan dan dicintai oleh lintas generasi, serta menjadi tonggak kebangkitan kebudayaan lokal di Kabupaten Bogor sesuai dengan cita-cita "Muliasara Budaya Ngawangun Nagara".