Pelajar 14 Tahun Terseret Ombak Ditemukan Meninggal di Pangandaran
Tim SAR gabungan menemukan jenazah Muhamad Luthfi Padilah (14), pelajar yang hilang terseret ombak di Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu malam.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan jenazah Muhamad Luthfi Padilah, seorang pelajar berusia 14 tahun, pada Sabtu (27/3) malam. Korban hilang terseret ombak saat bermain di Pantai Timur Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sehari sebelumnya.
Detail Kejadian Pertama
Kejadian bermula pada Jumat pagi, saat Luthfi bersama temannya Muhamad Harian Azam (15) dan seorang saksi berenang di sekitar tembok pemecah gelombang laut di daerah pantai tersebut. Tiba-tiba, ombak besar dengan arus kuat menyapu keduanya. Saksi mencoba memberikan pertolongan, namun kekuatan arus dan hantaman ombak membuat Luthfi terlepas dari genggamannya. Hanya Azam yang berhasil diselamatkan ke tepi pantai, sedangkan Luthfi terbawa arus ombak ke tengah laut dan hilang tanpa jejak. Saksi segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang, yang kemudian mengaktifkan tim SAR untuk melakukan pencarian intensif.
Proses Pencarian dan Penemuan Korban
Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan sepanjang malam oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari puluhan personel dari berbagai instansi.
"Ditemukan sekitar 500 meter dari posisi terakhir terlihat korban dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya Tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi," kata Edwin.
Tim yang terlibat meliputi Basarnas, Pos SAR Pangandaran, Satpolairud Polres Pangandaran, Pos TNI AL, SAR Barakuda, serta Pangandaran Dive Club. Semua unsur bekerja sama untuk menelusuri area laut sekitar pantai hingga korban ditemukan. Setelah ditemukan, jenazah Luthfi segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.
Penutupan Operasi SAR
Setelah jenazah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR dihentikan secara resmi. Semua personel yang terlibat dalam pencarian dikembalikan ke tugas masing-masing sesuai jadwal. Edwin juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama di area yang memiliki arus ombak yang kuat seperti sekitar tembok pemecah gelombang. Kejadian ini menjadi pengingat penting untuk selalu memperhatikan keamanan saat berada di pesisir pantai, terutama saat cuaca tidak menentu.