Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pelabuhan Cirebon: Gerbang Logistik Utama Jabar dan Jateng 2026

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Pelabuhan Cirebon di Jawa Barat berperan sebagai gerbang logistik utama menopang distribusi komoditas industri hingga sebagian Jawa Tengah, dengan throughput April 2026 mencapai 1,35 juta ton.

Pelabuhan Cirebon: Gerbang Logistik Utama Jabar dan Jateng 2026

Pelabuhan Cirebon di Jawa Barat telah muncul sebagai gerbang logistik utama yang krusial menopang distribusi komoditas industri di wilayah Jawa Barat hingga sebagian wilayah Jawa Tengah, menurut data terbaru hingga April 2026. Menurut keterangan Branch Manager PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional II Cirebon, Hari Priyatna, pelabuhan ini berperan sebagai titik bongkar muat berbagai komoditas strategis yang dikirim dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.

Peran Strategis Sebagai Hub Logistik Regional

Sebagai gerbang ekonomi, Pelabuhan Cirebon berfungsi sebagai penghubung laut dan darat bagi komoditas yang datang dari pulau lain di Indonesia. "Peran dari Pelabuhan Cirebon adalah kita punya dermaga sebagai penghubung, gerbang ekonominya. Semua komoditas dari Kalimantan dan Sumatera sandar di sini," kata Hari Priyatna dalam keterangan di Cirebon, Kamis.

Komoditas yang ditangani di pelabuhan ini sangat beragam, meliputi curah cair, curah kering, general cargo, hingga break cargo. Distribusi komoditas ini menjangkau kawasan Cirebon Raya, Bandung Raya, hingga bagian timur Jawa Tengah seperti Tegal. Industri di wilayah Purwakarta, Bandung, dan sekitarnya sebagian besar bergantung pada distribusi komoditas melalui Pelabuhan Cirebon, termasuk batu bara yang digunakan untuk sektor semen dan tekstil.

"Yang dari di Bandung itu rata-rata dari sini. Bongkarnya di sini semua," tambah Hari.

Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua komoditas yang dibutuhkan oleh industri di wilayah Bandung Raya didistribusikan melalui Pelabuhan Cirebon.

Aktivitas Bongkar Muat dan Data Throughput Terkini

Pada aktivitas bongkar muat baru-baru ini, Pelabuhan Cirebon menangani komoditas jagung untuk kebutuhan pakan ternak dengan total volume sekitar 4.700 ton. Jagung tersebut diangkut menggunakan dua kapal, yaitu Kapal Langgeng dan Kapal Bunga Melati 21, yang berasal dari Pelabuhan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Bunga Melati bongkar 2.200 ton, Langgeng 2.500 ton. Semuanya dari Dompu, NTB, untuk pakan ternak di wilayah Cirebon," jelas Hari.

Selain jagung, pelabuhan ini juga menangani berbagai komoditas strategis lain. Berdasarkan data sektor non-petikemas, atau kargo non-kontainer, total throughput per komoditas pada April 2025 mencapai 3,83 juta ton, dengan dominasi batu bara sebesar 2,67 juta ton. Komoditas lain yang memiliki volume signifikan meliputi:

Hingga April 2026, realisasi throughput total tercatat mencapai 1,35 juta ton, yang meningkat 397 ribu ton dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,06 juta ton. Peningkatan ini menunjukkan pertumbuhan aktivitas logistik di wilayah yang didukung oleh Pelabuhan Cirebon.

Status Pelabuhan Cirebon di Jawa Barat

Menurut Hari Priyatna, Pelabuhan Cirebon saat ini merupakan satu-satunya pelabuhan umum utama di Jawa Barat yang berada di bawah pengelolaan Pelindo. "Kalau di Jawa Barat di bawah Pelindo cuma satu, yaitu Pelabuhan Cirebon," katanya. Keunikan posisi ini membuat pelabuhan ini menjadi titik fokus untuk pengembangan logistik regional di Jawa Barat.

Kehadiran Pelabuhan Cirebon tidak hanya bermanfaat untuk distribusi komoditas lokal, tetapi juga mendukung konektivitas ekonomi antar wilayah. Dengan kemampuan menangani berbagai jenis komoditas dan jangkauan distribusi yang luas, pelabuhan ini menjadi pilar penting bagi pertumbuhan industri di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah.