Pawai Akbar 1 Muharam 1448 H di Karangsari Bekasi: Ribuan Warga Bersatu dalam Semangat Hijrah Menuju Desa yang Lebih Baik
Ribuan warga Desa Karangsari Bekasi ikuti pawai akbar 1 Muharam 1448 H dengan 1000+ peserta dari 16 majelis taklim. Semangat hijrah dan persatuan jadi tema utama.

Pawai Akbar 1 Muharam 1448 H Warnai Desa Karangsari Bekasi
Di tengah semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, menjadi lokasi perayaan yang penuh makna. Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti pawai akbar yang berlangsung meriah, khidmat, dan sarat nilai kebersamaan.
Kegiatan yang diikuti lebih dari 1.000 peserta ini melibatkan 16 majelis taklim,para silaturahmi antarwarga sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat Desa Karangsari.
Momentum Hijrah untuk Perubahan yang Lebih Baik
Kepala Desa Karangsari, H. Umbara yang akrab dipanggil Lurah Bao, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharam harus menjadi momen refleksi dan perubahan nyata. Ia menekankan bahwa hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, melainkan perubahan sikap, pola pikir, dan semangat untuk terus memperbaiki diri.
"Momentum 1 Muharam mengajarkan kita pentingnya persatuan, kebersamaan, dan semangat untuk terus berbuat kebaikan. Saya mengajak seluruh masyarakat Karangsari untuk terus kompak, menjaga kerukunan, dan bersama-sama berhijrah menuju desa yang semakin maju," tegas H. Umbara.
Komitmen Pembangunan Berkelanjutan di Karangsari
Di bawah kepemimpinan H. Umbara, berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terus diupayakan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan musyawarah. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari fisik semata, melainkan juga dari peningkatan sumber daya manusia, penguatan nilai keagamaan, serta terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Apresiasi dan Harapan Masyarakat
Masyarakat yang hadir menyambut positif kegiatan ini. Selain menjadi sarana syiar Islam, pawai tersebut dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.
Tokoh masyarakat dan tokoh agama turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan tersebut. Kebersamaan yang tercermin menjadi gambaran nyata bahwa Desa Karangsari memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkembang.
Dengan semangat hijrah yang dibawa oleh 1 Muharam 1448 H, Desa Karangsari menegaskan komitmennya untuk terus melangkah ke depan sebagai desa yang harmonis, religius, maju, dan penuh kebersamaan.