ABK asal Garut bertahan 10 jam di laut dengan berpegangan tabung gas setelah KM Virgo terbalik
ABK bernama Raihan asal Garut Jawa Barat menceritakan betapa ia bertahan 10 jam di Laut Jawa dengan berpegangan tabung gas setelah KM Virgo Transport 8 terbalik

Raihan (19) sampai di pelabuhan tanah kelahiran dengan tangan kosong. Tiga hari lalu ia terpelanting ke Laut Jawa saat KM Virgo Transport 8 terbalik, dan sepuluh jam ia bertahan dengan satu-satunya pegangan di sekitarnya: tabung gas.
Raihan adalah salah satu dari 45 anak buah kapal yang berada di Virgo Transport 8 saat insiden Minggu malam. Ketika kapal mulai oleng, ia dan rekan-rekannya sempat membagikan life jacket ke penumpang. Namun segalanya berlangsung terlalu cepat. Dalam hitungan menit, Raihan sudah ada di tengah laut.
"Selama di laut saya berpegangan dengan tabung gas sambil menunggu adanya kapal yang menyelamatkan saya," katanya sesaat setelah turun dari MV Haida di Banjarmasin, Selasa lalu.
Empat bulan ia bekerja di kapal itu. Raihan berasal dari Garut, kabupaten di Jawa Barat yang menjadi salah satu sumber utama tenaga kerja pendukung industri kelautan nasional. Biasanya ia bertugas sebagai petugas cleaning service di atas kapal.
Kapal yang menewaskan rekan-rekannya itu bukan kapal baru. Virgo Transport 8 dulu mengarungi perairan Jepang selama hampir empat dekade. Pengusaha Indonesia membeli kapal berusia 39 tahun itu pada 2025, kemudian memperbaikinya dan mengoperasionalkan ulang mulai Juli 2026 untuk melayani rute Surabaya-Banjarmasin.
Dari 45 ABK yang bertugas malam itu, baru 12 orang yang ditemukan. Raihan masih menunggu kabar 33 rekannya yang belum kembali.
Baca Juga: Wayne Rooney Sebut Kondisi Manchester United Tidak Baik Usai Kalah 0-1 dari City
"Saya menunggu kabar mengenai teman saya yang belum ditemukan itu," katanya.
Pengalaman itu mengubah cara pandangnya terhadap pekerjaan yang selama ini ia jalani. "Sudah jalan 4 bulan saya kerja di kapal Virgo ini. Dan sangat tidak menyangka akan seperti ini," akunya.
Sepuluh jam di tengah laut membuat Raihan hanya bisa pasrah dan berdoa.
"Pasrah dan berdoa, walaupun ini akhir hidup saya, saya ikhlas. Dan ternyata saya masih diberi keselamatan oleh Tuhan," katanya.
Saat ini lebih dari 100 penumpang juga masih hilang setelah kapal terbalik di Laut Jawa.