Pascalebaran 2026: Harga Pangan di Cirebon Naik, Warga Berdebar
Setelah Lebaran 2026, harga bahan pangan pokok di Cirebon mengalami kenaikan, sedangkan harga cabai turun drastis. Masyarakat harus menyesuaikan pengeluaran akibat fluktuasi harga ini.

Tanggal 26 Maret 2026, beberapa hari setelah perayaan Lebaran 2026, warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dihadapkan dengan fluktuasi harga bahan pangan yang cukup signifikan. Sebagian besar komoditas pokok mengalami kenaikan, sementara sejumlah jenis cabai justru turun drastis. Pantauan di Pasar Sumber, pasar tradisional terbesar di wilayah tersebut, menunjukkan perbedaan pergerakan harga antar kelompok komoditas.
Kenaikan Harga Komoditas Pokok
Mayoritas bahan pangan dasar mengalami peningkatan harga, dengan kenaikan yang merata di beberapa kategori:
- Beras: Kualitas bawah I tercatat Rp14.150 per kilogram (naik 1,07%), sedangkan beras super I mencapai Rp17.100 per kilogram (naik 1,48%).
- Daging Ayam Ras: Melonjak signifikan menjadi Rp44.350 per kilogram, dengan peningkatan sebesar 5,22%.
- Telur Ayam Ras: Naik tipis ke level Rp31.050 per kilogram.
- Gula Pasir: Premium seharga Rp19.350 per kilogram, sedangkan gula lokal dijual seharga Rp18.550 per kilogram.
- Minyak Goreng: Baik curah maupun kemasan mengalami kenaikan tipis di kisaran Rp22.250 hingga Rp23.450 per kilogram.
Menurut Rina (43 tahun), pedagang sembako di Pasar Sumber, kenaikan harga sudah terasa sejak beberapa hari setelah Lebaran. Ia menyampaikan:
"Permintaan masih tinggi, terutama untuk beras dan ayam. Stok dari distributor juga belum sepenuhnya normal, jadi harga ikut naik."
Siti (35 tahun), seorang pembeli kebutuhan dapur, mengakui harus lebih selektif dalam berbelanja. Ia menuturkan:
"Harga beras sama ayam naik, jadi belanja sekarang harus diatur. Biasanya beli banyak, sekarang dikurangi."
Ia menambahkan bahwa penurunan harga cabai belum cukup mengimbangi kenaikan komoditas yang lebih sering digunakan sehari-hari.
Penurunan Harga Cabai yang Mengejutkan
Berbeda dengan komoditas pokok, harga beberapa jenis cabai mengalami koreksi yang cukup dalam. Data dari Pasar Sumber menunjukkan:
- Cabai Rawit Merah: Turun drastis hingga 22,5% menjadi Rp83.700 per kilogram.
- Cabai Merah Keriting: Turun 8,55% menjadi Rp50.300 per kilogram.
- Cabai Merah Besar: Turun 7,19% ke Rp55.500 per kilogram.
Namun, ada pengecualian: cabai rawit hijau justru naik tipis sebesar 0,99% menjadi Rp56.000 per kilogram.
Dedi (38 tahun), pedagang sayur di pasar yang sama, menjelaskan bahwa penurunan harga cabai dipicu oleh melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi setelah panen raya, ditambah menurunnya permintaan masyarakat setelah puncak Lebaran. Ia berkata:
"Sekarang cabai malah sepi pembeli. Pasokan banyak, tapi yang beli tidak sebanyak sebelum Lebaran."
Analisis Dinamika Harga Pascalebaran
Pergerakan harga di Pasar Sumber mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode puncak permintaan Lebaran. Kenaikan harga komoditas pokok disebabkan oleh dua faktor: permintaan yang masih tinggi dari rumah tangga, serta stok yang belum pulih sepenuhnya dari distributor.
Di sisi lain, penurunan harga cabai menjadi penyeimbang sebagian, namun dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga relatif terbatas karena konsumsi cabai yang lebih rendah dibandingkan beras, ayam, atau gula. Fluktuasi ini menunjukkan dinamika pasar lokal yang kompleks, di mana permintaan dan pasokan saling memengaruhi untuk menentukan harga akhir yang diterima oleh konsumen.