Pameran OpenOven di Bandung
Pameran OpenOven karya Loranita Theo di Galeri Seni Orbital Dago Bandung menampilkan instalasi tiga dimensi berbahan bantal dan terakota yang merefleksikan keterbukaan dan interaksi sosial.

Pameran OpenOven di Orbital Dago Eksplorasi Ruang dan Keterbukaan
Pengunjung mengamati karya seni rupa saat pameran OpenOven di Galeri Seni Orbital Dago, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/2/2026). Foto: Abdan Syakura FOTO
Galeri Seni Orbital Dago, Bandung, kembali menghadirkan ruang dialog seni melalui pameran tunggal bertajuk OpenOven karya seniman Loranita Theo.
Pameran yang berlangsung hingga 22 Februari 2026 ini menampilkan pendekatan visual tiga dimensional yang tidak lazim, menggabungkan objek berbentuk bantal dengan elemen patung serta genteng berbahan terakota.
Eksplorasi Bentuk dan Material
Loranita Theo menghadirkan karya tiga dimensional yang memadukan unsur lembut dan keras dalam satu komposisi.
Bantal sebagai simbol kenyamanan personal dipadukan dengan struktur patung serta genteng terakota yang identik dengan ruang domestik dan arsitektur tradisional.
Perpaduan material ini menciptakan kontras visual sekaligus menghadirkan pengalaman ruang yang intim namun tetap terbuka.
Representasi Keterbukaan dan Interaksi Sosial
Melalui OpenOven, Loranita mengeksplorasi gagasan tentang keterbukaan dan penerimaan.
Elemen genteng terakota yang disusun dalam instalasi menjadi metafora ruang bersama, sementara bentuk bantal merepresentasikan rasa aman dan kenyamanan individu.
Karya-karya tersebut mencerminkan nilai:
- Keterbukaan terhadap perbedaan
- Penerimaan dalam interaksi sosial
- Kenyamanan personal dan kolektif
- Relasi antara ruang privat dan ruang publik
Konsep ini mengajak pengunjung merefleksikan bagaimana ruang fisik dapat membentuk hubungan sosial dan pengalaman personal.
Orbital Dago sebagai Ruang Dialog Seni
Sebagai salah satu ruang seni independen di Bandung, Galeri Seni Orbital Dago dikenal konsisten menghadirkan pameran eksperimental dan konseptual.
OpenOven memperkuat posisi galeri tersebut sebagai wadah eksplorasi medium dan gagasan kontemporer.
Antusiasme pengunjung pada hari pembukaan menunjukkan bahwa praktik seni rupa kontemporer di Bandung terus menemukan audiensnya.
Seni Tiga Dimensi dan Pengalaman Ruang
Pendekatan tiga dimensional dalam pameran ini memberi pengalaman berbeda dibandingkan karya dua dimensi.
Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga merasakan komposisi ruang, tekstur material, dan kedekatan fisik dengan objek.
Kehadiran bantal sebagai elemen empatik serta genteng terakota sebagai simbol struktur sosial membangun narasi tentang hubungan antara individu dan komunitas.
Dengan durasi pameran hingga 22 Februari 2026, OpenOven menjadi salah satu agenda seni rupa yang memperkaya dinamika kreatif Kota Bandung di awal tahun ini.