OSL Indonesia resmi meluncur di Bali dengan strategi tiga nilai dan fitur perdagangan 24 jam
OSL Indonesia resmi meluncur di Bali dengan strategi tiga nilai yaitu Global, Compliant, dan Empowering, plus fitur perdagangan 24 jam.

OSL Indonesia resmi meluncur di Bali melalui gelaran OSL's Obsession Night, sebuah acara yang mempertemukan sekitar 150 tamu dari berbagai elemen ekosistem aset digital Indonesia. Ribuan kilometer dari Bandung, langkah perusahaan asal Hong Kong ini tetap punya resonance tersendiri bagi anak muda di Bandung Raya yang selama ini beobachtasi perkembangan platform kripto lokal.
President Director OSL Indonesia Ivan Arilito menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar perayaan. Dia menyebut perusahaan ingin membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.
"Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam perkembangan ekonomi digital. Kami ingin terus membangun, berkolaborasi, dan berinovasi bersama Indonesia," kata Ivan.
Baca Juga: BRI Luncurkan BRImo Taiwan untuk Layani Lebih dari 3.400 Rekening Pekerja Migran Indonesia
Positioning "Empowered by Global Compliance"
OSL Indonesia memperkenalkan positioning baru yang dibangun di atas tiga nilai utama. Nilai Global merujuk pada pengalaman serta kapabilitas internasional yang dibawa perusahaan ke pasar Indonesia. Sementara Compliant menempatkan kepatuhan dan tata kelola sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan. Empowering menjadi komitmen untuk memperluas akses, edukasi, transparansi, dan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik.
Ketiga nilai ini jadi landasan strategi pertumbuhan OSL Indonesia ke depan. Perusahaan tidak hanya ingin menjadi platform perdagangan, tetapi juga mitra dalam perkembangan ekosistem keuangan digital Indonesia.
Baca Juga: Polisi dan TNI Gerebek Tiga Tempat Hiburan Malam di Bandung, 17 Pengunjung Diamankan
Fitur Quick Trade dan Airdrop USDGO
Di sisi layanan, OSL Indonesia menghadirkan fitur Quick Trade atau RFQ yang memungkinkan perdagangan berlangsung lebih cepat dan tersedia selama 24 jam. Perusahaan juga melihat peluang besar dari teknologi asset tokenization yang dinilai berpotensi memperluas utilitas aset digital dan keterhubungannya dengan ekosistem keuangan yang lebih luas.
Momentum peluncuran dilengkapi dengan apresiasi untuk komunitas. OSL Indonesia membagikan special rewards dengan total nilai hingga Rp40 juta, mencakup airdrop USDGO, merchandise, hingga hadiah melalui doorprize dan kompetisi perdagangan.
Pertunjukan tradisional Bali dan pesta kembang api jadi warna acara yang memadukan unsur budaya lokal dengan perkembangan teknologi blockchain. Bagi sebagian peserta yang hadir, acara ini sekaligus jadi gambaran bagaimana pertemuan budaya dan teknologi coba dibangun.
Risiko yang Perlu Dipahami
Perdagangan aset digital tetap memiliki risiko tinggi, mulai dari fluktuasi harga, risiko kehilangan modal, likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi. Pengguna diimbau memahami karakteristik dan risiko setiap aset, melakukan riset mandiri, serta mempertimbangkan profil risiko dan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan.