Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Operasi SAR Temukan Dua Wisatawan Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang Meninggal

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Operasi SAR gabungan menemukan jenazah dua wisatawan asal Karawang yang hilang akibat longsor di Curug Cileat Subang pada Sabtu (16/5/2026).

Operasi SAR Temukan Dua Wisatawan Karawang Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang Meninggal

Kronologi Lengkap Operasi SAR dan Temuan Korban

Sabtu (16/Mei/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah dua wisatawan asal Kabupaten Karawang yang hilang akibat tertimpa longsor di kawasan wisata Curug Cileat, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, setelah hilang selama hampir sehari selama operasi pencarian yang intensif di medan yang licin dan berbahaya.

Detail Lokasi dan Proses Pencarian

Tim SAR yang terdiri dari berbagai elemen, termasuk Basarnas, BPBD Kabupaten Subang, Tim Tagana, Damkar, TNI, Polri, serta relawan swadaya, fokus pencariannya di area yang dianggap paling berisiko berdasarkan analisis jalur pendakian. Salah satu titik krusial yang menjadi fokus adalah Curug 4, yang terletak di pertengahan jalur antara pintu masuk wisata dan Curug Cileat utama. Menurut Kepala Tagana Kabupaten Subang, Jajang Muhaimin, lokasi Curug 4 dipilih karena posisinya yang strategis dan sesuai dengan perkiraan jalur yang dilalui oleh korban saat terjadi longsor.

"Kami sangat bersyukur bahwa berkat kerja sama semua pihak, kami berhasil menemukan kedua wisatawan yang terseret longsor tersebut. Proses pencarian berjalan dengan keras dan cepat, mengingat kondisi medan yang licin dan berbahaya akibat hujan dan longsor sisa," ujar Jajang dalam keterangan persnya pada Sabtu sore.

Tim SAR menggunakan drone untuk memindai area luas dan anjing pelacak untuk mendeteksi jejak korban di medan yang sulit dijangkau oleh manusia. Setelah beberapa jam pencarian, jenazah kedua korban ditemukan tertimbun material tanah dan bebatuan di lokasi sekitar 250 meter sebelum mencapai Curug Cileat utama, tidak jauh dari titik awal terjadinya longsor. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati untuk tidak menimbulkan longsor baru saat mengevakuasi jenazah korban.

Identitas dan Kronologi Kejadian Korban

Berdasarkan data yang dihimpun tim SAR, kedua korban adalah warga Kabupaten Karawang yang pergi berwisata bersama rombongan pada Jumat (15/Mei/2026). Mereka tiba di kawasan Curug Cileat pada sore hari dan memutuskan untuk mendaki ke arah air terjun utama saat cuaca tiba-tiba berubah menjadi ekstrem. Cuaca hujan deras disertai angin kencang diduga menjadi pemicu terjadinya longsor yang menimpa jalur yang sedang dilalui oleh korban.

Rombongan korban segera melaporkan kehilangan kedua orang tersebut kepada pihak berwenang setelah menyadari bahwa mereka tidak kembali dari jalur pendakian. Sejak saat itu, tim SAR telah bekerja nonstop untuk mencari jejak korban, meskipun kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu menghambat proses pencarian di beberapa titik.

Daftar Tim yang Terlibat dalam Operasi

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari:

Implikasi dan Peringatan bagi Wisatawan

Insiden ini menjadi peringatan serius bagi semua wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi wisata alam, terutama di daerah yang rawan longsor seperti kawasan Curug Cileat. Jajang mengingatkan agar wisatawan selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berangkat, menghindari jalur pendakian saat kondisi cuaca tidak menentu, dan selalu membawa peralatan keselamatan yang memadai seperti rompi pelampung, sepatu hiking, dan senter.

"Kami mengimbau semua wisatawan untuk tidak mengambil risiko berlebihan saat berwisata ke daerah alam. Selalu periksa prakiraan cuaca, informasikan rencana perjalanan kepada keluarga atau pihak berwenang, dan jangan ragu untuk membatalkan perjalanan jika kondisi cuaca buruk," tambah Jajang.

Tim gabungan telah menyelesaikan proses evakuasi jenazah korban dan akan menyerahkan jenazah kepada keluarga korban untuk proses pemakaman selanjutnya. Seluruh proses operasi SAR berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, serta komitmen tinggi dari semua petugas yang terlibat.