Operasi Pasar Beras Murah Majalengka Hingga Mei 2026: Stabil Harga Pangan
Pemerintah Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Bulog Subdrive Cirebon melaksanakan operasi pasar beras murah hingga Mei 2026 untuk stabilkan harga pangan dan bantu masyarakat dapat kebutuhan pokok terjangkau.

Pemerintah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memasifkan kegiatan operasi pasar beras murah secara kolaborasi dengan Bulog Subdrive Cirebon. Program ini berlangsung hingga Mei 2026, sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan dan memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Lokasi dan Jadwal Pelaksanaan
Operasi pasar murah dihelat di empat pusat perdagangan utama daerah:
- Pasar Kadipaten
- Pasar Cigasong
- Pasar Talaga
- Pasar Prapatan Sumberjaya
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap hari Senin dan Kamis, agar distribusi kebutuhan pokok dapat menjangkau lebih banyak warga di seluruh Kabupaten Majalengka.
Detail Harga dan Ketersediaan Stok
Setiap titik operasi menyediakan 10 ton beras medium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode program. Beras medium tersebut dijual dengan harga Rp11.600 per kilogram, yang lebih murah Rp900 dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di wilayah ini yang mencapai Rp12.500 per kilogram. Menurut Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Majalengka Taufikurrohman, penawaran harga beras yang terjangkau ini dirancang untuk meredam dampak fluktuasi harga pangan terhadap daya beli masyarakat.
Rencana Pengembangan Program
Selain fokus pada beras murah, pihak Disperdagin Majalengka juga berencana memperluas program operasi pasar dengan menambahkan komoditas lain. Rencana terbaru adalah memasukkan minyak goreng murah ke dalam daftar produk, agar masyarakat semakin terbantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Tanggapan Positif dari Masyarakat
Program ini telah mendapat sambutan positif dari warga Kabupaten Majalengka, yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menekan pengeluaran rumah tangga. Salah satu warga, Rina (38 tahun) dari Cigasong, mengungkapkan bahwa selisih harga beras yang ada sangat membantu kebutuhan keluarga sehari-hari.
"Selisih harganya lumayan membantu, apalagi untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Mudah-mudahan nanti minyak goreng murah juga segera ada," ujarnya.
Dengan pelaksanaan operasi pasar beras murah ini, diharapkan stabilitas harga pangan di Kabupaten Majalengka dapat terjaga, dan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau tanpa hambatan. Selain itu, rencana penambahan komoditas lain seperti minyak goreng murah di masa depan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi warga daerah.