One Way di Tol Brebes Barat: Strategi Kelola Arus Balik Lebaran 2026
Penerapan one way di Tol Brebes Barat mulai diterapkan Selasa (23/3/2026) sore untuk mengelola arus balik Lebaran 2026 yang melonjak, guna mengurangi kepadatan lalu lintas di wilayah Jawa Barat.

Memasuki H+2 Lebaran 2026, volume kendaraan yang bergerak dari arah Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Jakarta serta daerah lain di Jawa Barat mengalami lonjakan signifikan. Momen pulang kampung setelah merayakan Lebaran selalu menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola lalu lintas, dan tahun ini tidak terkecuali. Untuk mengelola arus lalu lintas yang padat, pemerintah dan pihak terkait menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) mulai Selasa (23/3/2026) sore.
Rute One Way yang Diberlakukan
Kebijakan one way ini diterapkan pada jalur Tol Trans Jawa antara KM 263 Brebes Barat hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama. Kebijakan ini khusus diperuntukkan bagi kendaraan yang bergerak menuju arah Jakarta dan kota-kota di Jawa Barat, sebagai upaya untuk memisahkan arus kendaraan balik dengan arus kendaraan yang bergerak dari arah barat. Untuk kendaraan yang berasal dari arah barat (Jakarta dan Jawa Barat) yang melewati tol, pihak operator telah menyiapkan jalur alternatif yang jelas: kendaraan akan dikeluarkan di Gerbang Tol Pejagan, kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalan arteri utama atau jalur Pantura. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih arus kendaraan di ruas tol yang sama.
Kondisi Awal Penerapan Kebijakan
Pada awal penerapan one way, beberapa kendaraan pemudik terlihat mengalami ketersendatan singkat sebelum akhirnya bisa melaju melalui jalur A di simpang susun Tol Brebes Barat. Tim kepolisian nampak mengarahkan sebagian kendaraan pemudik dari arah timur untuk melewati simpang susun tersebut, menggunakan sisi kanan jalur untuk menuju Gerbang Tol Cikampek Utama. Pemantauan di lokasi menunjukkan bahwa petugas kepolisian bekerja dengan sigap untuk mengarahkan arus kendaraan, sehingga ketersendatan yang terjadi tidak berlangsung lama dan tidak menyebabkan kemacetan yang parah.
Strategi Pengelolaan Arus Balik Puncak
Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan arus kendaraan yang diprediksi akan meningkat signifikan dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan proyeksi resmi dari pihak pengelola lalu lintas, puncak arus balik Lebaran tahun 2026 diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada rentang 23–24 Maret dan 28–29 Maret 2026. Gelombang pertama ini dianggap sebagai gelombang utama, karena sebagian besar pemudik akan memulai perjalanan pulang kampung pada hari-hari pertama setelah Lebaran. Dalam keterangan resmi, pihak operator jalan tol menyatakan bahwa kebijakan one way ini diterapkan untuk memperlancar arus lalu lintas di masa puncak arus balik, sehingga mengurangi risiko kemacetan panjang yang bisa menghambat perjalanan pemudik dan menyebabkan keterlambatan yang signifikan. Operator juga menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan tim darurat dan petugas tambahan untuk menangani setiap kemungkinan masalah yang bisa terjadi selama periode penerapan one way, seperti kecelakaan atau kerusakan jalan tol.
Rencana Kebijakan One Way Nasional
Tak hanya terbatas pada ruas Tol Brebes Barat, Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan skenario lanjutan berupa penerapan one way nasional. Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Maret 2026, mencakup ruas yang lebih panjang yaitu dari KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa. Agus menambahkan bahwa kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Kementerian Perhubungan, operator jalan tol, dan penyedia jasa asuransi. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan secara maksimal selama periode arus balik Lebaran tahun ini, dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh pemudik. Agus juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi lalu lintas di seluruh ruas tol, dan akan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan untuk mengatasi setiap masalah yang muncul, seperti perubahan volume kendaraan atau kondisi cuaca buruk.
"Kami berharap penerapan one way ini bisa membantu mengurangi kepadatan lalu lintas dan membuat perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman," ujar Agus Suryonugroho dalam keterangan resminya.
Artikel terkait: Arus Balik Lebaran 2026: Bakauheni Mulai Dipadati Pemudik, Penumpang Tembus 51 Ribu