Ngapungkeun Balon: Tradisi Warga Garut Meriahkan Lebaran dan Silaturahmi
Tradisi Ngapungkeun Balon sudah berlangsung sejak 1960-an, dijadikan ajang silaturahmi dan hiburan warga Garut saat merayakan Lebaran Idul Fitri.

Pada hari Raya Idul Fitri Jumat, ribuan warga Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat berkumpul di berbagai titik lapangan terbuka untuk menyaksikan tradisi Ngapungkeun Balon, penerbangan balon raksasa yang menjadi bagian khas perayaan Lebaran di daerah tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan setelah hari penuh ibadah, tetapi juga ajang silaturahmi antar warga untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan.
Latar Belakang dan Perkembangan Tradisi Ngapungkeun Balon
Tradisi Ngapungkeun Balon sudah berlangsung sejak tahun 1960-an dan masih dilestarikan secara rutin oleh masyarakat Panawuan, Kelurahan Sukajaya. Salah satu penggerak kegiatan, Atep, menjelaskan bahwa tradisi ini tidak hanya digelar di satu titik, melainkan di beberapa lokasi dalam satu kelurahan. Setiap lokasi menampilkan balon raksasa dengan beragam ukuran dan desain.
"Tradisi ini digelar setiap Lebaran sebagai ajang hiburan dan silaturahmi antar masyarakat," kata Atep di sela-sela kegiatan.
Di halaman SDN Sukajaya, misalnya, ada empat balon raksasa dengan diameter 20 meter dan panjang lebih dari 10 meter. Ukuran ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9 meter panjang dan 16 meter diameter. Menurut Atep, tahun kemarin ada sekitar 20 balon yang diterbangkan, dan tahun ini diperkirakan jumlahnya akan lebih banyak mengingat beberapa warga akan merayakan Lebaran besok.
Nilai dan Tujuan Tradisi
Menurut Atep, tradisi ini memiliki nilai penting bagi masyarakat Panawuan. Selain menjadi hiburan setelah hari penuh ibadah salat Idul Fitri, kegiatan ini juga menjadi tempat berkumpulnya seluruh warga untuk saling bersalaman, memaafkan, dan mempererat hubungan silaturahmi.
"Nilainya sebagai ajang silaturahmi masyarakat berkumpul di sini, sekaligus menjadi hiburan," tambahnya.
Kegiatan ini juga membantu melestarikan warisan budaya lokal Garut yang telah bertahan selama puluhan tahun, menggabungkan elemen perayaan Lebaran dengan kebersamaan dan kerukunan antar warga.
Kesan Para Peserta
Salah satu warga yang menyaksikan kegiatan, Syakira Salwa (17), mengaku sangat senang bisa menyaksikan penerbangan balon raksasa secara ramai-ramai di kampungnya. Menurutnya, balon yang ada memiliki berbagai ukuran dan warna yang membuat pemandangan semakin menarik dan seru.
"Balonnya juga berbeda-beda ukuran dan warna, banyak, seru, bareng saudara-saudara di sini," kata Syakira.
Banyak warga lain yang datang dari berbagai tempat untuk menyaksikan tradisi ini, membuat suasana di lapangan semakin meriah dan penuh kebahagiaan. Selain itu, tradisi ini juga menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal yang ingin merasakan nuansa Lebaran yang berbeda di Garut.