Nestlé Gelar Kompetisi: Solusi Kemasan Ramah Lingkungan dari Mahasiswa
Nestlé Indonesia gelar kompetisi #GreenGeneration 2026, mengajak mahasiswa rancang solusi kemasan ramah lingkungan untuk atasi masalah pengelolaan sampah nasional.

Nestlé Indonesia baru saja menggelar ajang #GreenGeneration Sustainability Business Case Competition 2026, kompetisi bisnis yang mengajak lebih dari 3.600 mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk merancang solusi kemasan ramah lingkungan dan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Acara yang mencapai puncaknya pada 16 Februari 2026 ini diselenggarakan secara luring, dengan final presentasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari ahli industri dan aktivis lingkungan ternama.
Latar Belakang Tantangan Pengelolaan Sampah Nasional
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Indonesia menghasilkan lebih dari 37 juta ton sampah per tahun, dengan sekitar 19 persen di antaranya berupa sampah kemasan plastik. Meskipun potensi daur ulang tinggi, tingkat daur ulang nasional hanya mencapai sekitar 14 persen, sementara 40 persen sampah nasional masih belum terkelola secara optimal. Hanya 30 persen sampah yang tertangani melalui layanan formal pemerintah daerah, dan lebih dari 58 persen rumah tangga di Indonesia belum melakukan pemilahan sampah secara konsisten.
Kondisi ini menunjukkan bahwa isu pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan desain produk, tetapi juga membutuhkan perbaikan infrastruktur, integrasi sistem lintas sektor, dan perubahan perilaku masyarakat secara luas.
Struktur dan Tujuan Kompetisi #GreenGeneration 2026
Kompetisi yang bertema Building Circular and Sustainable Systems for Everyday Products ini dirancang sebagai ruang kolaborasi multipihak, yang melibatkan dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan komunitas lingkungan. Menurut Technical Director Nestlé Indonesia, Antonio Prochilo, acara ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan nilai bersama dan mempercepat realisasi peta jalan lingkungan global.
"Kami sangat terkesan dengan semangat dan pemikiran kritis mahasiswa yang selaras dengan tujuan keberlanjutan kami. Ide-ide yang mereka usulkan berbasis riset lapangan dan memiliki potensi implementasi yang nyata. Ini membuktikan bahwa generasi muda siap menjadi mitra strategis dalam menghadirkan solusi yang aplikatif dan berdampak," ujar Antonio.
Ia menambahkan bahwa kontribusi para peserta memberikan perspektif baru bagi Nestlé dalam memperkuat strategi pengelolaan kemasan pasca-konsumsi, yang merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai.
Dewan Juri dan Penilaian Kompetisi
Dewan juri yang menilai peserta kompetisi terdiri dari figur-figur ternama di bidang lingkungan dan industri, antara lain:
- Founder & CEO Waste4Change M. Bijaksana Junerosano
- CEO & Co-Founder Rekosistem Ernest Layman
- Chair of the Management Board Indonesia Packaging Recovery Organization Reza Andreanto
- Head of Packaging Nestlé Indonesia Emiliana Yulianti
Proses seleksi kompetisi dilakukan dalam beberapa tahap, dengan kriteria penilaian yang fokus pada kualitas ide, relevansi dengan tantangan pengelolaan sampah nasional, dan potensi implementasi solusi. Dari lebih dari 1.355 tim yang mendaftar (terdiri dari 3.600 lebih mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu), terpilih 20 tim finalis yang melaju ke tahap akhir. Pada babak final, lima tim terbaik mempresentasikan solusi mereka secara langsung di hadapan dewan juri.
Solusi Inovatif dari Tim Pemenang
Salah satu tim pemenang, Greenfluence, mengusung proyek bertajuk PackBack yang menitikberatkan pada integrasi teknologi dalam sistem pengelolaan sampah. Proyek ini dirancang untuk menghubungkan pengepul sampah, rumah tangga, dan fasilitas daur ulang, sehingga mengatasi masalah fragmentasi sistem pengelolaan sampah yang dianggap sebagai salah satu hambatan utama dalam meningkatkan daur ulang kemasan.
Perwakilan tim Greenfluence menyatakan bahwa mengikuti kompetisi ini membuka pemahaman baru mengenai kompleksitas isu keberlanjutan.
"Kami menyadari bahwa persoalan sampah bukan hanya soal kesadaran masyarakat, tetapi juga soal sistem yang masih terpisah-pisah. Melalui proyek PackBack, kami mencoba menghadirkan solusi yang kontekstual, terukur, dan siap diimplementasikan untuk memperkuat siklus kemasan sirkular," ujarnya.
Lima tim terbaik memperoleh penghargaan dan dukungan pengembangan sebagai bentuk apresiasi atas gagasan yang dinilai memiliki potensi keberlanjutan jangka panjang.
Dampak dan Nilai Inisiatif Ini
Menurut M. Bijaksana Junerosano dari Waste4Change, keterlibatan generasi muda dalam inisiatif seperti #GreenGeneration merupakan elemen kunci dalam membangun ekosistem solusi lingkungan yang lebih kuat.
"Sebagian besar persoalan pengelolaan sampah di Indonesia bersifat sistemik. Karena itu, dibutuhkan pendekatan lintas sektor yang mempertemukan dunia pendidikan, industri, dan praktisi. Program seperti ini menghasilkan solusi yang lebih kontekstual dan aplikatif untuk masalah nyata di lapangan," kata Bijaksana.
Acara ini juga menegaskan komitmen Nestlé Indonesia sebagai perusahaan Good Food, Good Life dalam mendukung pengurangan penggunaan plastik, penerapan prinsip design for recycling, serta peningkatan penyerapan kembali sampah kemasan. Upaya ini sejalan dengan target global perusahaan dalam membangun sistem pangan dan kemasan yang lebih sirkular dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pengurangan sampah plastik nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Dengan menggelar kompetisi ini, Nestlé Indonesia tidak hanya mencari solusi inovatif dari generasi muda, tetapi juga membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah nasional. Hasil dari kompetisi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah, industri, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia.