Nadiem Makarim Jalani Operasi Kelima Fistula Perianal: Gejala dan Penanganan
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani operasi kelima akibat fistula perianal, diumumkan sang istri Franka Makarim. Artikel ini menjelaskan penyakit, gejala, penyebab, dan cara penanganannya.

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, yang saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook program digitalisasi pendidikan, menjalani operasi kelima akibat fistula perianal. Kabar ini diumumkan sang istri, Franka Makarim, melalui unggahan Instagram pada Kamis, 14 Mei 2026, sehari setelah Nadiem menghadiri sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa,"
— Franka Makarim
Apa Itu Fistula Perianal?
Menurut penjelasan National Health Service (NHS), fistula perianal adalah saluran abnormal kecil yang terbentuk di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus. Kondisi ini umumnya muncul akibat infeksi area anus yang menyebabkan terbentuknya abses (kumpulan nanah) di jaringan sekitar. Ketika abses pecah atau mengering, terkadang tersisa saluran kecil yang berkembang menjadi fistula. Meskipun terdengar sederhana, kondisi ini seringkali tidak sembuh sendiri tanpa tindakan medis dan dapat menyebabkan rasa nyeri berkepanjangan.

Gejala Fistula Perianal
Penderita fistula perianal akan mengalami sejumlah gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, antara lain:
- Iritasi kulit di sekitar anus
- Nyeri berdenyut yang memburuk saat duduk, bergerak, buang air besar, atau batuk
- Keluar cairan berbau tidak sedap, nanah, atau perdarahan saat buang air besar
- Bengkak dan kemerahan di area sekitar anus, disertai demam jika masih ada abses aktif
- Kesulitan menahan buang air besar atau inkontinensia
- Lubang fistula yang kadang terlihat seperti titik kecil di kulit dekat anus, meskipun tidak selalu mudah dikenali sendiri
Faktor Risiko dan Penyebab Fistula Perianal
Sebagian besar kasus fistula perianal disebabkan oleh abses anus yang tidak sembuh sempurna. Namun, ada beberapa kondisi lain yang dapat memicu penyakit ini, seperti:
- Penyakit Crohn
- Divertikulitis
- Hidradenitis suppurativa
- Infeksi tuberkulosis (TB) atau HIV
Diagnosis dan Cara Penanganan
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik area anus, colok dubur, dan prosedur lanjutan seperti proktoskopi (menggunakan alat berkamera kecil untuk melihat bagian dalam anus). Pemeriksaan penunjang seperti USG, CT scan, atau MRI juga dapat dilakukan untuk memetakan jalur fistula dan menentukan terapi yang tepat. Karena jarang sembuh sendiri, fistula perianal umumnya memerlukan operasi. Beberapa prosedur yang sering digunakan antara lain:
- Fistulotomi: Membuka jalur fistula agar dapat sembuh menjadi jaringan parut datar
- Pemasangan seton: Menggunakan benang bedah khusus yang dipasang di jalur fistula selama beberapa minggu untuk membantu proses penyembuhan sebelum tindakan lanjutan
Setiap prosedur memiliki risiko dan manfaat yang berbeda, sehingga penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi pasien. Sebagian pasien dapat pulang di hari yang sama setelah operasi, tetapi ada juga yang membutuhkan perawatan beberapa hari di rumah sakit. Meskipun tidak selalu mengancam nyawa, fistula perianal perlu ditangani serius untuk menghindari infeksi yang berulang dan menurunkan kualitas hidup penderita.