Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

MUSRENBANG Cikarang Pusat Jadi Momentum Dorongan KNPI Wujudkan Pembangunan Inklusif & Berbasis Ketenagakerjaan

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Ketua DK KNPI Cikarang Pusat menyoroti tingginya pengangguran di tengah besarnya kawasan industri Bekasi. Ia mendorong penguatan BLK dan kebijakan ketenagakerjaan inklusif di Musrenbang 2026.

MUSRENBANG Cikarang Pusat Jadi Momentum Dorongan KNPI Wujudkan Pembangunan Inklusif & Berbasis Ketenagakerjaan

KNPI Cikarang Pusat Dorong Fokus Ketenagakerjaan di Musrenbang 2026

CIKARANG PUSAT, BEKASI — Ketua Dewan Kecamatan (DK) KNPI Cikarang Pusat, Irwan Kharisma, menekankan pentingnya arah pembangunan yang lebih berpihak pada penyelesaian persoalan ketenagakerjaan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cikarang Pusat di Kantor Kecamatan Cikarang Pusat, Selasa (10/2/2026).

Dalam forum tersebut, Irwan menilai Pemerintah Kabupaten Bekasi perlu konsisten merumuskan kebijakan yang berfokus pada pengurangan angka pengangguran dan perluasan lapangan kerja, khususnya di wilayah Cikarang Pusat.

Ironi Kawasan Industri dan Tingginya Pengangguran

Menurut Irwan, realitas sosial di lapangan menunjukkan angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih tergolong tinggi.

Kondisi ini dinilai ironis mengingat Bekasi dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar, bahkan disebut sebagai kawasan industri terluas di Asia.

"Potensi industri yang besar seharusnya sejalan dengan terserapnya tenaga kerja lokal secara optimal. Ini menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan investasi, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Penguatan SDM dan Balai Latihan Kerja

Irwan menilai solusi ketenagakerjaan tidak dapat dilakukan secara instan.

Diperlukan penyiapan sumber daya manusia yang unggul, terampil, dan berdaya saing agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah:

Dengan pendekatan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar.

Momentum Kebijakan Inklusif

Irwan berharap Musrenbang dapat menjadi momentum lahirnya kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

"Musrenbang ini harus menjadi momentum untuk melahirkan kebijakan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif pemuda dalam forum perencanaan pembangunan dinilai penting agar arah pembangunan Kabupaten Bekasi tidak hanya menitikberatkan pada ekspansi industri, tetapi juga pada pembangunan manusia sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.