Mudik Lebaran 2026: Dishub Jabar Siapkan 159 Posko dan Ramp Check Bus
Dinas Perhubungan Jawa Barat menyiapkan 159 posko dan ramp check bus untuk kelancaran mudik Lebaran 2026, bersama koordinasi lintas sektor untuk keselamatan masyarakat.

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat (Dishub Jabar) telah menyiapkan serangkaian langkah strategis komprehensif untuk memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Langkah-langkah ini mencakup ramp check ketat dan pembentukan 159 posko angkutan, serta koordinasi lintas sektor dengan berbagai pihak terkait.
Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar menyampaikan bahwa persiapan ini telah matang dan dibahas dalam Rapat Koordinasi Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026/1447 H pada Jumat, 6 Maret 2026. Acara dihadiri oleh kepolisian, BPBD Jabar, Dinas Kesehatan Jabar, serta stakeholder terkait lainnya.
"Dinas Perhubungan berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar selama arus mudik dan arus balik lebaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," kata Dhani di Kompleks Dishub Jabar, Kabupaten Bandung, dalam pernyataan resmi.
Ramp Check Sudah Dimulai Sejak Awal Tahun 2026
Menurut Dhani, kegiatan ramp check telah dilaksanakan sejak awal Maret 2026, dengan tahap pertama dimulai pada 7 Februari 2026 di GTC Limbangan, Kabupaten Garut. Kegiatan ini dilakukan untuk memeriksa kelaikan jalan angkutan umum, terutama bus antar kota dan dalam kota.
Beberapa hal yang diperiksa dalam ramp check meliputi:
- Pengecekan teknis kendaraan seperti sistem pengereman, lampu penerangan, ban, dan alat keselamatan
- Kelengkapan administrasi kendaraan dan surat izin mengemudi pengemudi
Pembentukan 159 Posko Angkutan Tersebar di Seluruh Jawa Barat
Total 159 posko angkutan Lebaran akan dibentuk dan tersebar di berbagai titik strategis di Jawa Barat. Posko-posko ini terbagi menjadi beberapa kategori:
- 4 posko rest area bersama Kemenhub
- 5 posko ruas jalan terpadu provinsi
- 115 posko kewilayahan kota/kabupaten
- 35 posko simpul provinsi
"Posko-posko ini berfungsi untuk kebutuhan monitoring pergerakan penumpang serta arus lalu lintas, sekaligus memberikan layanan informasi dan menerima pengaduan masyarakat," jelas Dhani.
Selain posko, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan melalui CCTV Pemprov Jabar dan Kota/Kabupaten yang terpusat di Jabar Digital Center dan Kantor Dishub Jabar.
Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Operasional Kendaraan
Untuk mengurangi kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas, Dishub Jabar akan bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas. Langkah yang akan diambil meliputi:
- Penerapan sistem satu arah (SSA) dan ganjil genap di ruas rawan macet
- Penerapan contra flow dan manajemen pengalihan arus lalu lintas melalui jalan alternatif
- Pembatasan lokasi putar arah di area strategis
- Pembatasan pengoperasian mobil barang pada hari dan jam tertentu di titik-titik rawan kemacetan
- Manajemen arus kendaraan di kawasan terminal dan simpul transportasi
Optimalisasi Fasilitas dan Pengawasan Tarif Angkutan
Dishub Jabar juga akan melakukan pengecekan dan optimalisasi fasilitas prasarana transportasi, meliputi:
- Pengecekan kondisi terminal, alat penerangan jalan (APJ), rambu dan marka jalan
- Peningkatan kebersihan dan kenyamanan area pelayanan transportasi
Selain itu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap penerapan tarif angkutan sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya adalah untuk mencegah praktik pungutan liar dan melindungi hak-hak pengguna jasa transportasi.
Persiapan Personel dan Imbauan kepada Masyarakat
Selain persiapan prasarana dan langkah strategis, Dishub Jabar juga memastikan kesiapan personel dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota.
Dhani juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan beberapa hal sebelum bepergian:
- Memastikan kondisi kesehatan yang baik sebelum melakukan perjalanan
- Mematuhi semua aturan lalu lintas selama bepergian
- Memilih hanya angkutan umum yang telah dinyatakan laik jalan oleh pihak berwenang
Penutup
Dhani menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara aparat keamanan, operator transportasi, dan masyarakat. Dengan kerjasama yang baik, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat bagi semua masyarakat.