Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Model Bisnis Terintegrasi KDMP Tamanmartani: Wujudkan Ekonomi Desa dan Layanan Kesehatan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 10 Agustus 2026

KDMP Tamanmartani Sleman berhasil integrasikan pertanian dan kesehatan berkat dana bergulir LPDB. Dengan 1.118 anggota, cooperativa ini salurkan 200 ton pupuk dan layanan medis bagi warga.

Model Bisnis Terintegrasi KDMP Tamanmartani: Wujudkan Ekonomi Desa dan Layanan Kesehatan

Keberhasilan KDMP Tamanmartani dalam Membangun Ekonomi Desa

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Sleman, Yogyakarta, membuktikan bahwa pengelolaan bisnis secara terstruktur mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam waktu singkat,KDMP Tamanmartani telah berkembang menjadi lembaga yang berperan strategis dalam mendukung ekonomi lokal sekaligus menyediakan layanan publik dasar bagi warga.

Berbeda dengan kebanyakan koperasi pada umumnya yang hanya berfokus pada satu sektor usaha,KDMP Tamanmartani justru mengembangkan model bisnis terintegrasi yang mencakup berbagai bidang mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan. Pendekatan ini memungkinkan cooperativa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggota dan masyarakat sekitar.

Baca Juga: PSI Karawang Bagikan 100 Paket Beras di Galuh Mas untuk Warga Sekitar

Peran Dana Bergulir LPDB dalam Pengembangan Usaha

Keberhasilan KDMP Tamanmartani tidak terlepas dari dukungan pembiayaan dana bergulir yang diberikan oleh LPDB Koperasi. Dukungan modal ini menjadi fondasi penting yang memungkinkan koperasi untuk mengembangkan berbagai unit usaha secara bersamaan tanpa terkendala masalah permodalan.

"LPDB sangat membantu kami, bukan hanya melalui pembiayaan tetapi juga pendampingan dalam pengembangan usaha. Dukungan ini membuat cooperativa semakin optimistis untuk memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat," terang Mawardi, Ketua KDMP Tamanmartani.

Selain penguatan modal kerja, LPDB Cooperativa juga memberikan pendampingan agar cooperativas mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan. Pendampingan ini mencakup aspek manajemen, tata kelola, hingga strategi pengembangan usaha yang tepat sasaran.

Baca Juga: Polres Garut Tangkap 28 Tersangka dari 20 Kasus Narcotics dalam Dua Pek

Unit Usaha Pertanian: Penyaluran Pupuk dan Sarana Produksi

Salah satu sektor andalan KDMP Tamanmartani adalah unit usaha pertanian. Cooperativa ini dipercaya menjadi penyalur pupuk bersubsidi dengan volume mencapai sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir, penyaluran pupuk telah mencapai lebih dari 200 ton kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani.

Tidak hanya pupuk, KDMP Tamanmartani juga menyalurkan:

Dengan kehadiran cooperativa ini, petani di Tamanmartani kini dapat memperoleh kebutuhan pertanian secara tepat waktu dan tepat sasaran. District pertanian desa mengalami kendala akses terhadap sarana produksi yang dibutuhkan.

"Kami ingin cooperativa menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," tegas Mawardi.

Ke depan, KDMP Tamanmartani menargetkan pengembangan ekosistem usaha pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir, meliputi penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.

Klinik Kesehatan: Solusi Akses Layanan Medis Desa

Di luar sektor pertanian, KDMP Tamanmartani juga mengembangkan klinik kesehatan yang dikelola secara profesional. Klinik ini telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan dan menyediakan berbagai layanan medis bagi warga sekitar.

Fasilitas kesehatan yang tersedia meliputi:

Klinik ini didukung oleh 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang kompeten di bidangnya masing-masing. Hadirnya klinik ini menjadi solusi nyata atas keterbatasan akses layanan kesehatan yang selama ini dirasakan warga. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas.

Saat ini, KDMP Tamanmartani tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga ke depan dapat melayani lebih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah tersebut.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ekonomi Lokal

Dengan 1.118 anggota yang telah terdaftar, KDMP Tamanmartani menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak berdiri pada 2025. Berbagai unit usaha yang dikembangkan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal, antara lain:

"Apa yang dilakukan KDMP Tamanmartani hari ini merupakan contoh konkret bagaimana cooperativa dapat menjadi motor penggerak pembangunan dari desa," tegas Krisdianto, Direktur Utama LPDB Cooperativa.

Inspirasi bagi Pengembangan Koperasi Desa Lainnya

Keberhasilan KDMP Tamanmartani dalam mengintegrasikan berbagai sektor usaha menjadikannya sebagai model pengembangan Cooperativa Desa Merah Putih yang banyak dirujuk oleh berbagai pihak. Dengan dukungan anggota, pemerintah daerah, serta pembiayaan dana bergulir dari LPDB Cooperativa, cooperativa ini terus berkembang sebagai contoh nyata bagaimana cooperativa desa mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Model bisnis yang dikembangkan KDMP Tamanmartani selaras dengan semangat pemerintah dalam membangun Cooperativa Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong. Keberhasilan ini membuktikan bahwa cooperativa tidak sekadar berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara komprehensif.

Dukungan LPDB Cooperativa melalui dana bergulir bukan hanya bertujuan memperkuat usaha cooperativa, tetapi juga menciptakan dampak berganda bagi ekonomi lokal. Ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada cooperative produktif dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.