Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Mitigasi Longsor Tebing 120 Meter di Cisoka: Langkah Pemkab Sumedang Cegah Bencana Lanjutan

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkab Sumedang bersama tim gabungan melakukan mitigasi longsor tebing 120 meter di Cisoka, Sumedang Selatan, untuk mencegah banjir dan longsor susulan.

Mitigasi Longsor Tebing 120 Meter di Cisoka: Langkah Pemkab Sumedang Cegah Bencana Lanjutan

Sumedang, Jawa Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang telah bersama tim gabungan melakukan upaya mitigasi terhadap bencana longsor tebing 120 meter yang terjadi di Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan. Kejadian longsor yang juga memiliki lebar sekitar 25 meter sempat menutup aliran sungai kecil di lokasi, akibat tergerusnya lapisan tanah oleh aliran sungai di bawah tebing.

Detil Kejadian dan Risiko Awal

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sumedang) Bambang Rianto menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat pengikisan tanah berkelanjutan oleh aliran sungai di dasar tebing. Menurutnya, material longsor yang keluar dari tebing sempat menyumbat aliran sungai kecil, yang berpotensi menyebabkan genangan air dan banjir jika tidak segera ditangani.

"Longsoran terjadi akibat tergerus aliran sungai di bawahnya, dengan tinggi tebing sekitar 120 meter dan lebar kurang lebih 25 meter. Material sempat menutup aliran sungai kecil," ujar Bambang dalam keterangan di Sumedang pada Senin.

Pihak terkait telah melakukan asesmen awal ke lokasi untuk memetakan tingkat kerawanan dan potensi longsor susulan, yang bisa mengancam keselamatan warga di sekitar wilayah. Hasil kajian awal juga menekankan perlunya penanganan cepat untuk menghindari dampak lanjutan, terutama jika intensitas hujan meningkat di wilayah tersebut.

Aksi Pembersihan dan Koordinasi Lintas Sektor

Pemkab Sumedang bersama berbagai unsur, termasuk pemerintah desa, kecamatan, TNI-Polri, dan perangkat daerah terkait, telah bergerak melakukan pembersihan material longsor yang menyumbat aliran sungai. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi banjir bandang akibat penyumbatan aliran sungai yang bisa menyerang wilayah di bagian hilir. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati juga meninjau langsung titik puncak longsor dan area terdampak di bawahnya. Ia menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan secara bersama untuk mengantisipasi bencana longsor susulan dan melindungi Sungai Cihonje dari penyumbatan material longsor.

"Kami melihat dari titik puncak terjadinya longsor dan di bawah sudah dilakukan pembersihan bersama dengan berbagai unsur untuk mengantisipasi bencana longsor susulan," ujar Tuti.

Ia menambahkan bahwa tim juga telah membersihkan material longsoran yang menyumbat aliran sungai yang dikhawatirkan akan memicu banjir di aliran Sungai Cihonje. "Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan," tambahnya.

Imbauan Waspada dan Pemantauan Lanjutan

Meskipun longsor tidak berdampak langsung pada kawasan perumahan warga, BPBD Sumedang tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak memasuki area longsor, terutama saat hujan turun. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa pemantauan pergerakan tanah akan dilakukan secara berkala, serta koordinasi lintas sektor akan diperkuat untuk meminimalisir risiko bencana lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat. Dalam konteks bencana alam, aksi mitigasi cepat seperti yang dilakukan oleh Pemkab Sumedang ini dianggap krusial untuk mencegah penyebaran dampak bencana ke wilayah yang lebih luas. Selain itu, kerjasama antara berbagai unsur stakeholder membantu mempercepat proses penanganan dan mengurangi risiko terhadap warga di sekitar lokasi kejadian.