Misteri Kematian Pejabat BKAD Purwakarta: Tiga Luka Tusuk di Leher, Polisi Selidiki Ponsel Korban
Yogi Saleh, pejabat BKAD Purwakarta ditemukan tewas di rumahnya dengan tiga luka tusuk di leher. Polisi selidiki ponsel korban untuk ketahui motif kematian.

Tragedi menimpa seorang pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Yogi Saleh, 40 tahun, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, ditemukan tewas di kediamannya, Minggu (14/6) malam.
Kronologi Penemuan Jenazah
Peristiwa berawal ketika istri korban beserta anak dan mertuanya menghadiri acara wisuda di Hotel Harper Purwakarta. Keluarga meninggalkan rumah sejak pukul 16.00 WIB dan baru kembali sekitar pukul 19.30.
Setibanya di rumah, kondisi bangunan dalam keadaan terkunci rapat dan seluruh lampu padam. Setelah tidak mendapat respons setelah menggedor pintu berulang kali, istri korban akhirnya memutuskan masuk melalui jendela yang dicongkel.
"Ketika pintu kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar," jelas Ajun Komisaris I Made Purwantara, Kasat Reskrim Polisi Resor Purwakarta.
Temuan Luka dan Barang Bukti
Tim Inafis Satreskrim Polisi Resor Purwakarta langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil visum luar sementara, ditemukan sejumlah luka serius pada tubuh korban, di antaranya:
- Tiga luka tusuk di bagian leher
- Satu luka robek pada bagian dada atau ulu hati
- Bekas jeratan pada leher
- Memar di bagian lutut dan pergelangan kaki
Selain itu, polisi juga menemukan tangga dan kabel di lokasi kejadian yang diduga sempat digunakan dalam upaya gantung diri. Barang-barang tersebut kini menjadi bagian dari proses penyelidikan.
###STATUS PENYELIDIKAN: BELUM PASTI
Pihak kepolisian hingga saat ini belum dapat menyimpulkan apakah kematian Yogi Saleh murni akibat bunuh diri atau merupakan korban tindak pidana pembunuhan. Keberadaan luka tusuk dan bekas jeratan secara bersamaan menjadi fokus utama pemeriksaan.
"Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meninggal karena bunuh diri atau tindak pidana," tegas I Made Purwantara.
###Ponsel Korban jadi Kunci Utama
Saat ini, penyelidik Satreskrim Polisi Resor Purwakarta tengah mendalami percakapan terakhir dalam telepon genggam milik korban. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap motif di balik kejadian tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian pria berusia 40 tahun tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat posisi korban sebagai pejabat eselon III di lingkungan pemerintah daerah. Keluarga dan rekan kerja masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.