Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Menteri LH mengecek langsung pengelolaan sampah di Ciamis

Jabar · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak di Ciamis untuk penilaian Adipura. Temuan: nilai tertinggi nasional dalam pengelolaan sampah tetapi masih ada PR pembuangan sampah sembarang yang harus diselesaikan sebelum penghargaan diberikan.

Menteri LH mengecek langsung pengelolaan sampah di Ciamis

Inspeksi Mendadak Menteri LH di Ciamis: Nilai Tertinggi Nasional Tetapi Masih Ada PR Sampah untuk Adipura

Latar Belakang Inspeksi Mendadak yang Tanpa Pendampingan Bupati

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu, dalam rangka penilaian prestisius penghargaan Adipura. Tujuan utama inspeksi ini adalah untuk memverifikasi langsung kondisi pengelolaan sampah di lapangan, mengingat Ciamis telah mendapatkan nilai tertinggi nasional dalam sistem pengelolaan kebersihan sampah.

"Saya cek tadi, kita sama-sama ngecek ke salah satu kepala desa ya, kita coba 'interview' tanpa kehadiran bupati, sengaja kita tidak ingin diikuti bupati supaya kita objektif," ujar Menteri LH setelah usai peninjauan.

Langkah ini diambil untuk memastikan hasil pengecekan tidak dipengaruhi oleh persiapan khusus dari pemerintah daerah, sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, inspeksi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi apakah Ciamis layak menerima penghargaan Adipura, yang merupakan pengakuan tertinggi untuk kota atau kabupaten bersih di Indonesia.

Temuan Positif: Kesadaran Masyarakat Kurang Mampu dalam Memilah Sampah

Salah satu temuan positif yang paling menonjol dari inspeksi ini adalah kesadaran masyarakat Ciamis dalam memilah sampah, bahkan di kalangan kelompok kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni. Menteri LH menemukan bahwa meskipun rumah-rumah tersebut sangat sederhana, masyarakat sudah terbiasa memilah sampah menjadi jenis yang dapat dijual dan yang tidak.

"Rumah yang terkecil pun, yang sangat-sangat sederhana, mohon maaf, itu sudah memilah sampahnya, waktu kita tanya, kenapa? Karena sampahnya bisa dijual, kemudian kita coba cek beberapa desa lain juga, semuanya pilah sampahnya sudah dilakukan," jelas Menteri LH.

Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran tentang manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah telah meresap ke tingkat masyarakat bawah. Hal ini menjadi modal besar bagi Ciamis dalam upaya meraih penghargaan Adipura, karena pengelolaan sampah dari sumber (rumah tangga) adalah salah satu komponen utama dalam penilaian Adipura.

Temuan Negatif: Masih Ada Tindakan Pembuangan Sampah Sembarang

Meskipun memiliki nilai tertinggi nasional, inspeksi mendadak juga menemukan beberapa masalah yang perlu diperbaiki segera. Salah satunya adalah masih adanya masyarakat yang membuang sampah sembarang, seperti ke sungai, serta membakar sampah di lingkungan sekitar.

Menurut Menteri LH, kondisi ini terjadi karena masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari pembuangan sampah sembarang. Pembuangan sampah ke sungai dapat merusak ekosistem air dan sumber air bersih, sedangkan pembakaran sampah dapat menyebabkan polusi udara yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

"Mudah-mudahan Ciamis bisa menyelesaikan PR-nya dalam beberapa hari ke depan sebelum penghargaan Adipura diberikan kepada Ciamis," ujar Menteri LH.

PR ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah Ciamis, karena jika tidak diselesaikan sebelum penilaian akhir Adipura, hal ini dapat mengancam peluang Ciamis untuk meraih penghargaan tersebut.

Tanggapan Pemerintah Daerah Ciamis Terhadap Temuan Inspeksi

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengakui bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pengelolaan sampah di kabupatennya. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menjadikan Ciamis sebagai kabupaten terbersih di Indonesia.

"Kami baru punya mimpi, punya niat, punya keinginan Ciamis menjadi kota bersih, sementara dengan keterbatasan, kami hampir tidak bisa bergerak, kami hanya mengajak, mengimbau, peran serta partisipasi masyarakat," ujar Bupati Herdiat.

Keterbatasan yang dimaksud termasuk keterbatasan anggaran dan fasilitas pengelolaan sampah, seperti TPA yang memadai. Meskipun demikian, pemerintah daerah terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai kampanye dan program pengelolaan sampah.

Implikasi Temuan untuk Kesiapan Adipura Kabupaten Ciamis

Temuan inspeksi mendadak ini memiliki implikasi yang besar untuk kesiapan Ciamis dalam meraih penghargaan Adipura. Nilai tertinggi nasional yang diperoleh Ciamis menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah secara umum sudah baik, tetapi temuan masalah pembuangan sampah sembarang menunjukkan bahwa masih ada celah yang perlu diperbaiki.

Untuk memenuhi syarat Adipura, Ciamis perlu segera menyelesaikan PR ini dengan beberapa langkah:

Dengan melakukan langkah-langkah ini, Ciamis dapat meningkatkan peluangnya untuk meraih penghargaan Adipura, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang lebih bersih dan sehat.