Mensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran Keluarga Paling Miskin di Jabar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan program Sekolah Rakyat hanya menyasar keluarga paling miskin, dengan target peningkatan jumlah siswa hingga 100 ribu pada 2027, termasuk di Majalengka Jawa Barat.

Kabar Terbaru Program Sekolah Rakyat di Jawa Barat
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menegaskan komitmen utama Program Sekolah Rakyat untuk hanya menyasar keluarga paling tidak mampu atau miskin, termasuk di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ia menyampaikan hal ini usai menghadiri kegiatan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Majalengka pada Jumat lalu, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan terpadu di Indonesia.
Tujuan dan Komponen Program Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat bukan hanya berfokus pada penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, tetapi juga mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi orang tua sebagai bagian dari kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto. Mensos menjelaskan bahwa pendekatan holistik ini dirancang untuk memutus siklus kemiskinan jangka panjang, dengan memberikan dukungan ganda kepada penerima manfaat:
- Layanan pendidikan formal atau non-formal bagi anak-anak keluarga miskin
- Intervensi sosial bagi orang tua, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni
- Pemberian Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga keluarga tidak terbebani biaya kesehatan
- Pelatihan keterampilan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan orang tua dan daya saing keluarga
Ia menambahkan bahwa dengan kombinasi layanan ini, pemerintah menargetkan agar keluarga penerima manfaat dapat menjadi lebih mandiri dan mengalami peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan. Pendekatan ini berbeda dari program pendidikan biasa, karena tidak hanya menangani akses pendidikan, tetapi juga mengatasi akar permasalahan kemiskinan.
Target Perkembangan Program Secara Nasional
Saat ini, program Sekolah Rakyat telah menjangkau hampir 16.000 siswa di seluruh Indonesia. Mensos mengungkapkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah akan mengalokasikan lebih dari 30.000 slot tambahan siswa, sehingga total jumlah penerima manfaat akan mencapai lebih dari 45.000 orang. Lebih lanjut, ia menargetkan bahwa pada tahun 2027, jumlah siswa Sekolah Rakyat akan ditingkatkan menjadi sekitar 100.000 orang di seluruh nusantara, memperluas jangkauan program ke lebih banyak keluarga miskin di Indonesia.
Implementasi Program di Majalengka
Kabupaten Majalengka menjadi salah satu lokasi pilot Program Sekolah Rakyat di Jawa Barat, dengan pelaksanaan awal menggunakan gedung sementara. Mensos menginformasikan bahwa tanah untuk pembangunan gedung permanen telah disiapkan, dan insyaallah pada tahun ini akan dimulai konstruksi gedung Sekolah Rakyat dengan kapasitas 1.000 siswa. Pembangunan gedung permanen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperluas jangkauan program ke lebih banyak keluarga miskin di Majalengka.
Panggilan untuk Pengawasan Publik
Untuk memastikan bahwa program Sekolah Rakyat tepat sasaran, Mensos mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi proses seleksi penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa proses seleksi tahun ini sedang berlangsung, dan pihaknya ingin memastikan bahwa hanya keluarga paling tidak mampu yang mendapatkan manfaat dari program ini.
'Saya ingin semuanya ikut mengawasi karena proses seleksi dimulai tahun ini dan kita pastikan yang diterima adalah yang paling tidak mampu,' ujar Mensos.
Program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu langkah efektif pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia, dengan menggabungkan akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan komitmen yang kuat dan pengawasan publik yang ketat, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi keluarga miskin di seluruh negeri, termasuk di Jawa Barat.