Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Mudik Garut, Bagi Kompensasi
Menhub Dudy Purwagandhi dan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meninjau kesiapan mudik di Garut, serta memberikan kompensasi kepada pengemudi kendaraan tradisional.

Sabtu (14/3) Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut untuk meninjau kesiapan menghadapi arus mudik lebaran. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyerahan kompensasi bantuan kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor yang beroperasi di jalur utama wilayah tersebut.

Lokasi Kegiatan dan Target Bantuan
Kegiatan inti dilaksanakan di Polres Garut, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Karangpawitan. Kompensasi bantuan diberikan kepada 483 unit kendaraan tradisional, yang terdiri dari 477 delman dan 6 becak yang biasanya beroperasi di ruas jalan nasional dan provinsi wilayah Garut.
Kebijakan Libur Sementara dan Besaran Bantuan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa selama masa puncak arus mudik, operasional delman dan becak di jalur utama akan diliburkan sementara. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko penyumbatan lalu lintas yang sering terjadi pada puncak mudik lebaran, di mana volume kendaraan mencapai puncaknya. Sebagai ganti pendapatan yang hilang, pemerintah provinsi memberikan kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari, atau total Rp1,4 juta per orang selama tujuh hari masa puncak mudik.
"Kami berharap program ini tidak hanya mempermudah kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif dengan memutar uang di masyarakat serta memberikan kebahagiaan bagi para pengemudi tradisional," ujar Dedi Mulyadi pada acara tersebut.
Apresiasi dan Kesiapan Wilayah Garut
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang diambil oleh pemerintah provinsi. Menurutnya, program ini berhasil menggabungkan dua tujuan yang saling melengkapi: memperlancar mobilitas pemudik serta memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha transportasi tradisional yang sering terabaikan saat masa mudik. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin juga menegaskan bahwa wilayahnya telah sepenuhnya siap menyambut lonjakan pemudik. Dia menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan seluruh instansi terkait, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan hingga penyiapan fasilitas kesehatan dan Pos Terpadu untuk pemudik. "Jalur mudik sudah sepenuhnya siap dilewati, bahkan jalur alternatif yang sebelumnya berlubang telah selesai diperbaiki. Kami juga telah menyiapkan empat titik Pos Terpadu di Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong untuk melayani pemudik," tandas Abdusy Syakur Amin.
Analisis Program
Program ini menampilkan pendekatan yang seimbang antara mengelola arus lalu lintas dan mendukung komunitas transportasi tradisional. Dengan memberikan kompensasi, pemerintah provinsi menghindari risiko ketidakpuasan di kalangan pengemudi delman dan becak yang biasanya kehilangan pendapatan selama masa puncak mudik. Selain itu, langkah libur sementara operasional di jalur utama terbukti efektif dalam mengurangi kemacetan, karena menghilangkan hambatan dari kendaraan berkecepatan rendah di ruas jalan nasional.