Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Manshur Angklung: Dari Wedding ke Panggung Dunia, Bawa Budaya Indonesia

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Musisi asal Bandung Manshur Angklung membawa angklung budaya Jawa Barat ke panggung internasional, mulai dari acara pernikahan hingga tur Eropa 2026 dan penampilan di Washington D.C. serta Denmark.

Manshur Angklung: Dari Wedding ke Panggung Dunia, Bawa Budaya Indonesia

Pendahuluan: Penampilan yang Mencuri Perhatian Publik Internasional

Musisi asal Bandung, Manshur Praditya atau lebih dikenal sebagai Manshur Angklung, kembali mencuri perhatian publik global setelah tampil di dua acara budaya besar: Capital Hill di Washington D.C., Amerika Serikat, dan Indonesia Festival 2026 di Rådhuspladsen, kawasan ikonik pusat Kota Copenhagen, Denmark. Penampilannya menjadi sorotan utama karena ia berhasil menghidupkan angklung—alat musik tradisional khas Jawa Barat yang diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO—dengan sentuhan modern yang dekat dengan generasi muda.

Di Indonesia Festival 2026, Manshur berhasil menciptakan perpaduan unik antara suara angklung dengan musik elektronik atau EDM, yang membuat penonton terpukau. Tidak hanya itu, penampilannya di Capital Hill juga menjadi bagian dari upaya promosi budaya Indonesia yang lebih luas di tanah air dan internasional.

Awal Karir: Dari Panggung Pernikahan ke Jurusan Angklung

Perjalanan Manshur dalam dunia musik tidak dimulai dengan angklung, melainkan dengan kecapi, alat musik tradisional Sunda lainnya. Saat masih SMK, ia rutin tampil di acara pernikahan, sehingga dijuluki "Mapag Pengantin" oleh teman-temannya.

Ketertarikannya pada angklung mulai tumbuh saat ia melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi. Setelah lulus dari SMKN 10 Bandung jurusan Seni Musik Tradisional Sunda, ia mendaftar ke Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, dan masuk ke Program Studi Angklung dan Musik Bambu—jurusan pertama dan satu-satunya di dunia yang secara formal mempelajari angklung. Ia menjadi bagian dari angkatan pertama jurusan ini, dan segera menyadari bahwa inilah passion sejatinya.

"Saya sudah belajar berbagai alat musik tradisional seperti kecapi, suling, gendang, dan gamelan. Tapi ketika benar-benar masuk ke dunia angklung, saya merasa inilah cinta saya," ujar Manshur dalam wawancara dengan media jurnalistik.

Perjalanan Awal dengan Komunitas Musik Bambu

Manshur memulai karir internasionalnya sekitar tahun 2013 atau 2014, saat ia bergabung dengan Indonesia Bamboo Community. Sebagai kepala divisi angklung dan musik bambu, ia bersama komunitas membuat berbagai alat musik dari bambu, termasuk gitar, drum, bass, dan biola bambu.

Bersama komunitas tersebut, ia berkesempatan tampil di beberapa negara Asia seperti Malaysia dan Taiwan. Dari pengalaman ini, ia menyadari bahwa angklung memiliki fleksibilitas luar biasa yang bisa beradaptasi dengan berbagai genre musik.

"Dari situ saya berpikir bahwa angklung bisa mengikuti musik dari negara mana pun. Akhirnya muncul ide bahwa angklung bisa berkolaborasi dengan DJ. Awalnya saya tidak pernah terpikir ke arah sana, tetapi setelah menjalani banyak pengalaman, ternyata angklung bisa dipadukan dengan musik elektronik," jelasnya.

Tur Eropa Chapter 1 dan Rencana Chapter 2

Penampilan Manshur di Denmark menjadi bagian dari Tur Eropa Chapter 1 yang ia jalani sepanjang Mei 2026. Dalam tur ini, ia mengunjungi tiga negara: Denmark, Bulgaria, dan North Macedonia, dari 15 Mei hingga 1 Juni 2026. Di setiap destinasi, ia merasakan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat terhadap musik tradisional Indonesia.

"Alhamdulillah semuanya berjalan sukses. Masyarakat di sini sangat mengapresiasi bahwa musik tradisional Indonesia bisa naik level dan diterima di panggung internasional," katanya.

Kesuksesan tur Chapter 1 membuat Manshur semakin optimis untuk mencapai misinya: Bring Angklung to the Next Level, yaitu memperkenalkan angklung ke seluruh dunia. Ia telah menyiapkan Tur Chapter 2 yang rencananya berlangsung pada September atau Oktober 2026, dengan jadwal tampil di delapan negara Eropa termasuk Bulgaria, Rumania, Bosnia Herzegovina, Prancis, dan Italia.

Menurut Manshur, rangkaian tur ini akan bertepatan dengan berbagai kegiatan Indonesia Festival yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara, setelah perayaan 17 Agustus. Ia akan mewakili bidang musik dalam beberapa kegiatan tersebut, untuk mempromosikan budaya Indonesia ke masyarakat internasional.

Cinta untuk Angklung dan Harapan Masa Depan

Bagi Manshur, angklung bukan hanya alat musik, melainkan bagian dari hidupnya yang membawanya ke seluruh dunia. Ia mengakui bahwa melalui angklung, ia bisa membanggakan Indonesia di panggung internasional.

"Angklung adalah salah satu alat musik paling unik di dunia. Saya jatuh cinta kepada angklung, dan ternyata angklung juga yang menghidupi saya sampai hari ini. Alhamdulillah, melalui angklung saya bisa membanggakan Indonesia di berbagai negara," tutupnya.

Dengan gaya musik yang inovatif dan semangat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, Manshur Angklung terus membuktikan bahwa warisan budaya tradisional bisa tetap relevan dan diterima di era modern, serta menjadi jembatan persahabatan antara Indonesia dan negara-negara lain di dunia.