Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Damai Protes Kebijakan Pemerintah

Bandung · Oleh Nabila Azzahra ·

Mahasiswa Bandung Raya gelar aksi damai protes kebijakan pemerintah, termasuk rupiah melemah, kenaikan BBM, dan RUU Polri, di depan DPRD Jabar

Mahasiswa Bandung Raya Gelar Aksi Damai Protes Kebijakan Pemerintah

Aksi Damai Mahasiswa Bandung Raya di Depan DPRD Jabar

Pada Kamis, 11 Juni 2026, ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di kawasan Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Aksi ini diselenggarakan oleh Aliansi Rakyat Menggugat, sebuah gabungan elemen mahasiswa dan masyarakat, sebagai bentuk ekspresi kecewa atas sejumlah kebijakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai gagal menjawab persoalan mendesak rakyat.

Dalam aksi yang berlangsung secara tertib, para peserta menyampaikan aspirasi mereka melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari orasi bergantian dari perwakilan masing-masing institusi, hingga pembentangan spanduk dan poster yang menampilkan kritik tegas terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa kelompok juga menampilkan pertunjukan teatrikal sebagai cara untuk menyampaikan pesan perlawanan dengan cara yang mudah dipahami dan menarik perhatian publik.

Isu-isu Utama yang Disoroti dalam Aksi

Para peserta aksi menyoroti sejumlah persoalan yang dianggap telah menimbulkan beban berat bagi masyarakat Indonesia, antara lain:

Penjagaan Keamanan Selama Aksi

Di lokasi aksi, aparat gabungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan penjagaan ketat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Jumlah personel keamanan yang berjaga tampak lebih banyak dibandingkan dengan massa aksi yang hadir, namun situasi tetap terkendali dan tidak terjadi bentrokan antara peserta aksi dengan aparat keamanan.

Pernyataan Koordinator Aksi

M. Ali Ibrahim, koordinator aksi, menjelaskan bahwa aksi ini tidak hanya melibatkan elemen mahasiswa, tetapi juga berbagai kelompok masyarakat yang bergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat. Ia menegaskan bahwa aksi ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Aksi ini bukan hanya dari elemen mahasiswa. Kami hadir sebagai aliansi rakyat yang terdiri dari berbagai universitas dan elemen masyarakat yang bersepakat turun ke jalan karena kemarahan atas berbagai persoalan yang terjadi hari ini," ujar Ali.

Menurut Ali, kemarahan mahasiswa dan masyarakat saat ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, terutama yang mengancam ruang sipil.

"Kami melihat ruang sipil yang seharusnya semakin terbuka, justru terancam oleh hadirnya aturan-aturan yang memperbesar intervensi aparat negara. Itu yang kami kritisi," katanya.

Ia menambahkan bahwa peserta aksi berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai prosedur yang diatur dalam undang-undang, meskipun mereka merasa marah atas berbagai kebijakan pemerintah.

"Kami adalah mahasiswa dan rakyat Indonesia yang marah terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Tetapi kami tetap menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai prosedur yang diatur dalam undang-undang," katanya.

Ali juga mengajak masyarakat untuk terus mengawal isu-isu pendidikan, demokrasi, dan keadilan sosial yang dinilai semakin terpinggirkan akibat kebijakan pemerintah.

Rencana Aksi Selanjutnya

Menurut Ali, aksi di Bandung ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan yang telah disiapkan oleh Aliansi Rakyat Menggugat. Jika tuntutan mereka tidak mendapat respons yang memadai dari pemerintah, massa berencana meningkatkan eskalasi aksi pada agenda berikutnya. Namun, ia menegaskan bahwa komitmen untuk melaksanakan aksi damai tetap dipegang teguh.

"Kalau hari ini tidak didengarkan, tentu kami akan hadir lagi dengan eskalasi yang lebih besar. Tetapi yang perlu ditegaskan, sebesar apa pun aksinya nanti, kami tetap berkomitmen melaksanakan aksi damai sesuai amanat undang-undang," ucapnya.

Dengan demikian, aksi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan masyarakat di Bandung Raya semakin peduli dengan perkembangan kebijakan pemerintah dan siap untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan cara yang damai dan teratur.