Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Madas Nusantara DPK Sukmajaya: Jaga Tertib Administrasi Warga Perantau

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Madas Nusantara DPK Sukmajaya mendorong warga perantau Madura di Depok untuk menertibkan administrasi, perkuat solidaritas, dan aktif berkontribusi. Menitikberatkan ketaatan aturan dan nilai-nilai kebersamaan demi akses layanan publik dan harmonisasi sosial.

Madas Nusantara DPK Sukmajaya: Jaga Tertib Administrasi Warga Perantau

Madas Nusantara DPK Sukmajaya: Mengukuhkan Solidaritas dan Kepatuhan Administratif Perantau di Depok

DEPOK – Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Nusantara DPK Sukmajaya, sebuah wadah bagi warga perantauan asal Madura, secara rutin mengadakan pertemuan bulanan. Pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 24.00, bertempat di kawasan Sukmajaya, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk menguatkan nilai-nilai kolektif dan ketaatan administratif.

Nuansa khidmat dan religius menyelimuti awal pertemuan, dibuka dengan tahlil dan doa arwah. Ritual ini menjadi bentuk syukur atas kesehatan dan kelancaran usaha para anggota, serta sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat umur panjang hingga tahun 2026.

Dalam sambutannya, Heriyanto, Ketua Madas Nusantara DPK Sukmajaya sekaligus Ketua SBDS Tiga Serangkai Cabang Depok, memberikan arahan penting. Ia menekankan perlunya ketaatan administratif bagi warga perantau yang telah menetap di Depok.

“Kita harus taat dan tertib administrasi sebagai warga perantau yang menetap di Kota Depok. Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada anggota yang sudah menetap lebih dari satu tahun dan usahanya sudah berjalan, agar pindah KTP sesuai domisili dan mengikuti aturan pengurus lingkungan tempat tinggal,” tegas Heriyanto.

Heriyanto menjelaskan bahwa ketaatan ini sangat krusial untuk memudahkan akses terhadap berbagai layanan publik, mulai dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga dinas terkait di tingkat kota. Layanan tersebut mencakup bidang kesehatan, pembuatan BPJS, pendidikan sekolah negeri yang sesuai domisili KTP/KK, bantuan sosial, dan akses layanan vital lainnya.

“Sebagai perantau, kita adalah energi yang mewarnai lingkungan tempat tinggal kita, bukan hanya dengan semangat berusaha, tapi juga taat aturan dan tata tertib, menjaga etika bersosial serta berkontribusi positif untuk lingkungan,” tambahnya, menegaskan peran aktif perantau dalam pembangunan daerah.

Kontribusi Sosial dan Penguatan Internal Organisasi

Lebih lanjut, Heriyanto juga mendorong anggotanya untuk turut serta dalam program yang diinisiasi oleh DPP Madas Nusantara, yaitu ‘Sedekah Seribu Al-Quran’. Program ini merupakan wujud dukungan terhadap pendidikan agama dan upaya menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia.

Refleksi dari latar belakangnya sebagai alumni pendidikan sosial, Heriyanto turut berbagi wawasan mengenai dinamika pengelolaan organisasi. Ia menyoroti tantangan pengurus dalam mengkoordinir anggota yang bersifat sukarela, memiliki latar belakang, dan tujuan bergabung yang beragam. “Inilah tantangannya, sekaligus tuntutan untuk kami para pengurus tetap bertumbuh,” ujarnya.

“Oleh sebab itu, kita luruskan niat bergabung dalam Ormas untuk tujuan ibadah dan berkontribusi kepada masyarakat, bukan hanya mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi, serta menjalankan tugasnya masing-masing. Dengan seperti ini akan meminimalisir konflik internal,” imbuh Heriyanto, menekankan pentingnya niat tulus dalam berorganisasi.

Ustadz Heri Tamrin, penasehat ubudiyah Ormas, turut menyampaikan pesan spiritual yang menguatkan:

“Bahwa Mukmin yang kuat, lebih dicintai oleh Allah dibandingkan Mukmin yang lemah.”

Penekanan ini menjadi seruan bagi anggota Madas Nusantara DPK Sukmajaya untuk senantiasa memperkuat:

“Dengan seperti ini, perkumpulan kita akan mendapatkan Ridho Allah SWT, menjadi perkumpulan Ormas yang berkontribusi baik untuk masyarakat dan negara. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung,” pungkas Ustadz Heri Tamrin, mengutip pepatah yang sarat makna kearifan lokal.

Sementara itu, Abdul Latif selaku penasehat, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengurus dan anggota atas kesigapan dalam memberikan perhatian kepada anggota yang sakit, termasuk penanganan kesulitan terkait persyaratan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan yang dibutuhkan oleh pihak rumah sakit.

Penghujung acara ditutup dengan tradisi makan bersama di atas daun pisang, sebuah simbol kuat mengenai:

Melalui pertemuan rutin ini, Madas Nusantara DPK Sukmajaya tidak hanya memperkuat ikatan kekeluargaan antar perantau Madura, tetapi juga menegaskan komitmen mereka untuk menjadi warga Depok yang patuh, berkontribusi, dan berakhlak mulia.