Lonjakan Turis Nataru Dongkrak PAD Bandung 2024: Target Terlampaui!
Bandung raih PAD spektakuler! Lonjakan 4,5 juta turis saat Nataru 2024 dongkrak pendapatan daerah, lampaui target Rp2,6T. Siap kejar Rp3,3T di 2025!

Ledakan Wisatawan Dorong PAD Kota Bandung Mencapai Target Spektakuler
Bandung, kota kembang yang mempesona, kembali menunjukkan daya tarik luar biasanya. Lonjakan fantastis jumlah wisatawan yang mencapai 4,5 juta orang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah memberikan dampak positif yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung.
Pencapaian Target PAD 2024 dan Proyeksi 2025 yang Ambisius
Menurut laporan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), target PAD Kota Bandung untuk tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp2,6 triliun. Dengan realisasi pendapatan sementara yang telah menembus angka Rp3 triliun lebih, pencapaian ini tidak hanya melampaui target, tetapi juga menempatkan Kota Bandung pada posisi yang kuat untuk menghadapi target tahun 2025 yang lebih ambisius, yaitu Rp3,3 triliun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, pada Minggu (4/1), mengungkapkan kegembiraannya. “Selama libur Nataru, Kota Bandung diserbu 4,5 juta wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi ini berdampak baik bagi sektor pariwisata, terutama industri perhotelan,” ujarnya.
Sektor Penopang Utama:
- Pariwisata dan Perhotelan: Lonjakan wisatawan menjadi motor utama peningkatan pendapatan.
- Pajak Daerah: Sektor opsen, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) turut berkontribusi besar.
Realisi PAD Kota Bandung dipastikan sudah menembus 90%, menunjukkan bahwa pendapatan dari sektor pajak dan pelayanan lainnya berada pada jalur yang sangat baik tanpa mengalami penurunan berarti.
"Kota Bandung memang sangat bergantung pada sektor pelayanan, khususnya pariwisata dan kegiatan komersial. Di luar itu, kita tidak memiliki banyak sumber lain untuk mendongkrak PAD," jelas Iskandar.
Resiliensi di Tengah Tantangan
Meskipun di pertengahan tahun sempat ada beberapa kebijakan yang berpotensi menghambat, seperti pembatasan kegiatan di hotel dan pembatasan _study tour_ dari luar daerah, data akhir tahun dari Bapenda menunjukkan bahwa Bandung tetap tak tergoyahkan sebagai tujuan utama pariwisata. Perayaan malam Tahun Baru, meskipun tanpa pesta kembang api, tetap ramai diserbu wisatawan, membuktikan daya tarik alami kota ini.
Peningkatan Kualitas Layanan dan Inovasi
Iskandar menambahkan, peningkatan juga terjadi pada sektor pelayanan perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Hal ini didukung oleh keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang terus mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan.
"Dari sisi pelayanan perizinan DPMPTSP juga sudah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kini Kota Bandung telah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP),” imbuhnya.
Harapan Masa Depan
Ke depan, peningkatan kualitas pelayanan di Kota Bandung akan terus menjadi prioritas. Iskandar berharap bahwa dengan kemungkinan perubahan struktur organisasi dan penyesuaian terhadap jenis layanan, Bandung akan semakin efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi pemerintah Kota Bandung untuk terus berinovasi dan mengembangkan sektor-sektor potensial lainnya guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warganya.