Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Longsor Tebing di Tasikmalaya Putuskan Akses Sukarame-Tanjungjaya

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Longsor tebing setinggi 30 meter akibat hujan deras melanda Tasikmalaya Minggu 22/2, menutup akses utama Sukarame-Tanjungjaya dan mengisolasi dua desa tanpa korban jiwa.

Longsor Tebing di Tasikmalaya Putuskan Akses Sukarame-Tanjungjaya

Kondisi Awal Longsor di Tasikmalaya

Pada Minggu (22/2) 2026, hujan deras dengan intensitas tinggi melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya, memicu longsor tebing setinggi sekitar 30 meter. Kejadian ini menutup total akses jalan utama penghubung antara Kecamatan Sukarame dan Kecamatan Tanjungjaya, mengganggu mobilitas warga di dua kecamatan tetangga.

Skala Longsor dan Lokasi Terdampak

Material longsoran yang terdiri dari tanah, bongkahan pohon, dan batu besar menutup jalur utama di Kampung Dalem, Desa Sukamenak. Menurut data dari Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman, luas area longsoran mencapai 50 meter lebar, 35 meter panjang, dan ketebalan tanah mencapai 3 meter. Selain menutup jalan raya, material longsoran juga menimpa jaringan listrik di lokasi dan merusak jembatan gantung Tonjong yang biasa dijadikan jalur alternatif oleh warga.

"Tanah longsor menutup jalan penghubung antar Kecamatan Sukarame ke Kecamatan Tanjungjaya, tepatnya berada di Kampung Dalem, Desa Sukamenak dengan lebar 50 meter sepanjang 35 meter dan ketebalan tanah mencapai 3 meter hingga jaringan listrik tertimpa material longsoran," kata Cahyono dalam keterangan resminya.

Akibat longsor ini, warga di Desa Sukamenak dan Desa Cilolohan terisolasi tanpa akses jalan utama. Namun, sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa alam tersebut.

Tantangan di Lapangan dan Alternatif Akses

Kapolsek Sukarame, Iptu Mulyadi, menjelaskan bahwa lokasi longsor berada di area persawahan dan kebun, membuat penanganan menjadi lebih menantang. Dia menambahkan bahwa akses jalan yang tertutup tidak dapat dilalui oleh kendaraan motor, mobil, maupun pejalan kaki. Untuk menghindari rute tertutup, warga harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh melalui Desa Wargakerta.

"Semua pengendara motor, mobil termasuk pejalan kaki terisolasi," ujar Cahyono, menegaskan bahwa isolasi ini hanya memengaruhi dua desa di sekitar lokasi longsor.

Upaya Penanganan yang Sedang Berlangsung

Tim gabungan dari berbagai instansi dan masyarakat setempat telah segera melakukan penanganan setelah longsor terjadi. Tim ini terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, unsur kecamatan, pemerintah desa Sukamenak, relawan, dan warga setempat.

Metode penanganan yang dilakukan saat ini masih secara manual, karena alat berat tidak dapat menjangkau lokasi longsor. Tim melakukan evakuasi bongkahan pohon yang terbawa longsor menggunakan golok dan menyemprot tanah untuk membersihkan area jalur jalan.

"Kondisi longsor belum sepenuhnya tertangani karena alat berat tidak bisa melalui jalan tersebut dan petugas harus melakukan secara manual," pungkas Iptu Mulyadi. Cahyono menambahkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung hingga saat ini, dengan harapan dapat membuka akses jalan secepat mungkin untuk memulihkan mobilitas warga.

Informasi Terkait