Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Longsor Jatigede: Jalur Sumedang-Majalengka Ditutup Total

Jabar · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Jalur Lingkar Utara Jatigede penghubung Sumedang-Majalengka ditutup sementara akibat longsor yang dipicu hujan deras, membahayakan pengendara.

Longsor Jatigede: Jalur Sumedang-Majalengka Ditutup Total

Jalur Vital Terputus Akibat Bencana Alam

Jalur Lingkar Utara Jatigede yang menjadi penghubung penting antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terpaksa ditutup sementara menyusul terjadinya longsor pada Jumat (13/2/2026). Peristiwa ini menimbulkan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat di kedua wilayah tersebut.

Kronologi dan Penyebab Kejadian

Bencana longsor yang menimbun badan jalan ini dipicu oleh curah hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumedang pada Kamis (12/2). Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi waktu tertentu menyebabkan tanah di area perbukitan sekitar jalur menjadi jenuh air dan labil.

Material longsor yang menutupi permukaan jalan membuat kondisi jalur tersebut tidak lagi aman untuk dilalui oleh kendaraan. Tingginya risiko terjadinya longsor susulan menjadi pertimbangan utama bagi pihak terkait untuk melakukan penutupan total jalur tersebut.

"Jalur yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Majalengka ditutup sementara karena dapat membahayakan pengendara."

Dampak Terhadap Konektivitas Antarwilayah

Penutupan Jalur Lingkar Utara Jatigede membawa konsekuensi bagi masyarakat yang bergantung pada jalur ini untuk aktivitas sehari-hari. Beberapa dampak yang timbulkan antara lain:

Jalur ini memiliki peran strategis sebagai akses alternatif selain jalur utama yang ada di kawasan Priangan Timur. Terputusnya konektivitas ini memaksa pengendara untuk mencari rute lain yang mungkin lebih jauh atau memakan waktu lebih lama.

Konteks Geografis dan Kerentanan Wilayah

Kawasan Jatigede dan sekitarnya dikenal memiliki karakteristik geografis yang rawan terhadap bencana longsor, terutama pada musim hujan. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kerentanan wilayah ini antara lain:

Pemahaman mengenai karakteristik wilayah ini menjadi penting dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan infrastruktur jalan yang berkelanjutan dan aman dari risiko bencana.

Langkah Mitigasi dan Antisipasi

Peristiwa longsor di Jalur Lingkar Utara Jatigede menjadi pengingat akan pentingnya langkah-langkah mitigasi bencana yang komprehensif. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci dalam upaya pengurangan risiko bencana di wilayah yang memiliki kerentanan geologis tinggi.

Imbauan kepada Pengendara

Dalam kondisi darurat seperti ini, keselamatan pengendara menjadi prioritas utama. Masyarakat diimbau untuk:

Kesabaran dan kepatuhan terhadap imbauan keselamatan akan membantu meminimalkan risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan selama masa penanganan darurat berlangsung.

Penutup

Penutupan Jalur Lingkar Utara Jatigede akibat longsor merupakan konsekuensi dari kondisi alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, kesiapsiagaan dan respons cepat dari pihak terkait diharapkan dapat meminimalkanasi dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah Sumedang dan Majalengka.